bc

Rose, The Belle Of The Night by Yessy Lie

book_age18+
530
FOLLOW
6.4K
READ
one-night stand
family
second chance
arrogant
dominant
scandal
drama
sweet
bxg
virgin
like
intro-logo
Blurb

Tersedia Versi Cetak

Pemesanan bisa via :

WA : 081398520888

Shopee : Angelvin

Tokopedia : Angelvin Onlineshop

***

Keane Maxfield memastikan dia yang akan memenangkan makan malam bersama Rose Sang Primadona Malam sebab dia memiliki tujuan ingin membongkar kedok wanita itu

jika sesungguhnya ia hanya w************n yang menyamarkan dirinya sebagai wanita kalangan atas.

Penolakan Rose akan tawaran satu malamnya membuat Keane marah. Sampai suatu hari sebuah keadaan membuat Rose terpaksa menerimanya tapi ia meminta bayaran yang sangat mahal untuk itu. Akankah Keane menerimanya ?

Apa yang istimewa darimu hingga aku harus

membayarmu begitu mahal?--Keane Maxfield.

Aku akan memberitahu Anda saat transaksi kita berakhir.--Rosemary Massey

chap-preview
Free preview
1
Rosemary Massey gadis yang berusia 25 tahun dengan pakaian membosankan, kacamata tebal dan rambut cokelat yang selalu disanggul tak akan mungkin memikat laki-laki manapun. Ia memang ingin seperti itu karena itulah ia sengaja mengubah warna rambutnya menjadi cokelat bahkan warna kulitnya juga ia ubah. Kacamata yang dia pakai juga hanya pelengkap saja karena matanya masih normal. Ia memiliki seorang tante yang sering mengadakan kegiatan sosial pengumpulan dana untuk anak-anak panti asuhan yang membutuhkan dan Rose sering membantunya. Rose memiliki dua identitas berbeda tergantung situasi. Saat membantu tantenya dia akan berperan sebagai Rose, gadis cantik berkulit putih, berambut panjang keemasan madu, mata hijau bulat indah, bibir tipis sensual yang membuat orang-orang begitu ingin menciumnya dan ini adalah sosoknya yang asli. Rose sudah terkenal dikalangan laki-laki kaya yang rela menyumbangkan uang mereka hanya agar bisa mengajaknya makan malam atau hanya sekedar mendapatkan ciuman darinya di pipi. Dirinya dikenal dengan panggilan Rose Sang Primadona Malam. Orang-orang pasti akan berpikir jika siapa yang tak ingin terkenal tapi hal itu bukanlah yang ia inginkan sebab ia tahu jika kecantikan seseorang kadang mendatangkan banyak masalah baginya karena itulah sehari-hari hidupnya ia akan berpenampilan seperti wanita kutu buku dan perawan tua. Malam ini ia harus kembali menjalankan peran Rose sang primadona dan semua orang tak tahu jika tantenya menerima sumbangan untuk panti asuhan yang mereka miliki. Mereka sengaja tak mengumumkannya karena tak ingin media massa menganggu anak-anak itu dan mungkin beberapa orang akan memanfaatkan mereka untuk ketenaran. Jadi mereka membiarkan semua orang mengira sumbangan itu untuk pesta mewah para kalangan atas dan dengan Rose sebagai hadiahnya. Bahkan mereka tak tahu jika Rose merupakan keponakan dari penyelenggara pesta. Mereka menyangka jika Rose merupakan seorang wanita yang bekerja pada Aquila. *** Keane Maxfield billionaire yang memiliki perusahaan pengembangan properti terbesar di Australia sudah begitu penasaran dengan wanita bernama Rose yang mampu memikat semua orang hingga mereka rela membiayai kehidupan mewah gadis itu hanya dengan makan malam atau ciuman di pipi. Dia yakin jika gadis itu pasti juga menawarkan pelayanan lebih pada para laki-laki dan dia yakin jika wanita itu hanya w************n yang menyamarkan dirinya sebagai wanita kalangan atas. Dia sejujurnya sama sekali tidak ingin ikut dalam acara penggalangan dana ini tapi dirinya tergoda untuk membuka kedok wanita tersebut yang dia yakin akan dengan sukarela menjual tubuhnya jika ditawari uang yang sesuai. Dia berencana menawari wanita itu uang yang banyak untuk bermalam bersamanya dan saat wanita itu menerima maka dia akan mempermalukannya dan membuka kedoknya. Saat ini dia sudah sampai di gedung tempat di mana acara itu berlangsung. Banyak laki-laki lajang, kaya dan pengusaha sukses yang hadir di sana. Beberapa dari mereka bahkan dia kenali sebagai rekan bisnisnya. Dia bahkan melihat satu dan dua investornya yang sudah berusia paruh baya juga hadir. Keane semakin penasaran saat mereka bercerita padanya dengan antusias sewaktu mereka hampir berhasil mendapatkan hadiah makan malam bersama wanita itu. Dia sengaja menyembunyikan dirinya jauh dari pandangan semua orang. Sejauh dia memandang semuanya begitu terobsesi dengan wanita itu dan hal itu sungguh membuat dia sangat penasaran. "Will, apa kamu pernah melihat wanita itu?" "Tentu saja tidak, Tuan. Bagaimana mungkin orang seperti saya akan mampu bertemu dengannya." "Apa kamu sudah memastikan aku yang akan menang malam ini? Karena setelah ini aku tidak akan punya waktu lagi untuk melakukan hal remeh seperti ini." "Tentu saja, Tuan." "Bagus!" ujar Keane tersenyum dan menunggu dengan sabar, memasukkan kedua tangannya ke saku celananya. Saat tiba waktunya para laki-laki itu akan mengambil kertas dan menuliskan nilai sumbangan mereka, Keane meminta asistennya untuk melakukan hal itu untuknya. Kemenangan akan ditentukan dengan cara jika sumbangan mereka yang tertinggi maka mereka berhak makan malam atau jika beruntung mereka akan mendapatkan ciuman dari Rose di pipi saat selesai makan malam tapi hal itu hanya akan Rose berikan saat dia menyukai mereka. Sejauh informasi yang sudah berhasil asistennya kumpulkan, Keane tahu sumbangan tertinggi yang pernah dituliskan adalah 20 juta dan dia yakin dirinya akan mendapatkan Rose malam ini. Saat hasilnya dibacakan dan Keane yang memenangkannya dirinya dengan segera menuju ruangan yang disediakan untuknya agar dapat segera mendapatkan hadiahnya. Dengan tak sabar ia menanti di ruangan itu. Secantik apa wanita itu hingga laki-laki rela menunggunya. Jika bukan karena ingin membongkar kedok wanita itu, dia tak akan dengan suka rela menunggu di sini seolah-olah tak ada wanita lain di dunia ini. "Maaf sudah membuat Anda menunggu." Dengan cepat Keane berbalik dan dirinya sesaat terpaku di tempatnya saat menemukan seorang gadis yang memiliki kulit seputih salju, bibir tipis yang merah, mata bulat indah dan rambut sehalus sutra dengan warna madu keemasan. Suara gadis itu bahkan terasa menghipnotis baginya. Keane menyadarkan dirinya akan tujuan kedatangannya hari ini. "Jadi kamu Rose yang terkenal itu." "Ya, maaf dengan siapa saya berbicara?" "Keane Maxfield." "Senang berjumpa dengan Anda Mr. Maxfield, sumbangan Anda sangat berarti dan saya sangat berterima kasih." Keane tersenyum mendengarnya. Tentu saja kamu akan berterima kasih karena dengan uang 50 juta itu kamu akan bisa kembali menikmati hidup mewahmu hanya dengan imbalan makan malam mewah tapi seorang Maxfield tak akan semudah itu memberikan uangnya. "Apa Anda sudah siap untuk mengambil hadiah Anda, Sir?" "Tentu saja." "Syarat apa yang Anda minta, Sir?" tanya Rose. Sebab Keane menuliskan dia akan menyumbangkan uang itu dengan satu syarat. "Setelah selesai makan malam kamu akan membiarkan aku mencium bibirmu." Rose terbelalak mendengarnya karena ia tak pernah membiarkan laki-laki mencium bibirnya dan dia akan menolak jika mereka menginginkan hal itu tapi tak ada yang pernah menyumbang hingga 50 juta. Apa yang harus aku lakukan? "Bagaimana?" "Bolehkah aku memikirkannya dulu?" "Tentu." Keane sudah tahu apa jawabannya dan dia bisa bersabar membiarkan wanita itu pura-pura memikirkannya. Rose kemudian menjauh dari Keane dan berbisik pada microphone yang ia pakai di telinganya. "Tante, apa aku harus menerimanya?" bisik Rose. "Jangan, Sayang. Kita tak pernah membiarkan laki-laki mencium bibirmu." "Tapi uangnya akan sangat berguna untuk panti asuhan kita. Lagi pula hanya di bibir Tante dan tak lebih." "Jika kamu menerimanya, selanjutnya dia akan menginginkan tubuhmu." "Aku tak akan menerimanya Tante untuk bagian itu. Jika hanya ciuman di bibir aku rasa tak ada salahnya." "Jangan, Rose!" "Maaf, Tante. Demi anak-anak aku rela melakukan hal ini." "Rose, kita bisa mencari sumbangan lain!" Tapi perintah Aquila tak Rose dengarkan dan dia malah melepaskan microphone itu dan menyimpannya di dalam tas. Rose kemudian kembali menghampiri Keane. "Baiklah." Keane tersenyum mendengarnya dan dengan segera menghampiri Rose serta membiarkan Rose menggandeng lengannya. "Ayo, makan malam sudah menunggu kita." "Ya," ujar Rose sedikit terpesona akan senyuman Keane padanya. Mereka kemudian segera naik ke mobil Keane dan melaju ke restoran mewah yang sudah dilakukan reservasi oleh Aquila.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Sweet Sinner 21+

read
879.7K
bc

Sweetest Pain || Indonesia

read
73.9K
bc

Nikah Kontrak dengan Cinta Pertama (Indonesia)

read
450.8K
bc

FINDING THE ONE

read
35.2K
bc

INFANTEM

read
44.1K
bc

SEXRETARY

read
2.3M
bc

Long Road

read
149.1K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook