Tiga hari berlalu sejak kejadian itu dan Rose benar-benar menjauh dari Keane bahkan ia kembali ke penampilannya yang lama. Ia menolak bertemu dengan Keane dan mengabaikan semua bunga kiriman dari laki-laki itu.
Hari ini dia harus menemui kliennya yang baru membeli apartemen dan ingin Rose yang mendekorasinya.
"Tante, aku pergi dulu, titip anak-anak."
"Ya," balas Aquila.
Saat sampai di alamat yang kliennya berikan, ia menekan bel pintu. Apartemen itu milik sepasang suami istri yang baru saja menikah. Berbagai ide sudah berkeliaran di benaknya apa yang mungkin akan cocok untuk pasangan pengantin baru yang tak lama lagi mungkin akan memiliki bayi.
"Silakan masuk, Nona," sapa seorang pelayan saat pintu terbuka.
Saat Rose masuk kemudian dia menunggu pelayan menutup pintu saat terdengar klik pertanda pintu sudah ditutup Rose berbalik ingin menanyakan di mana majikannya berada tapi ia tak menemukan siapa-siapa.
"Kamu sudah tiba?"
Tubuh Rose membeku mendengar suara itu.
"Maaf aku membuatmu datang dengan cara ini karena kamu menolak bertemu denganku."
"Hebat sekali dirimu, Mr. Maxfield, aku harus bekerja mencari uang bukan bermain-main dengan miliuner kaya seperti Anda. Anda membuang-buang waktuku dengan melakukan semua ini!" jerit Rose kesal.
Dirinya merapatkan tubuh ke pintu saat melihat kemarahan di kedua mata Keane yang berjalan dengan cepat menghampirinya. Rose berteriak saat Keane memanggulnya di bahu laki-laki itu dan membawanya semakin masuk. Rose sudah tahu ke mana laki-laki itu akan membawanya dan ia hanya pasrah saat air kembali mengguyur kepalanya.
"Ini harus berhenti, Keane! Kamu bukan siapa-siapaku hingga boleh mengatur hidupku. Kamu bukan suamiku, ayahku atau keluargaku sama sekali."
"Aku ingin menjadi suamimu tapi kamu yang tak mau."
"Aku tahu yang kamu inginkan hanya tubuhku saja."
"Aku menginginkan seluruh dirimu."
"Untuk kamu pamerkan pada teman-temanmu jika kamu berhasil memiliki Rose Sang Primadona Malam?"
"Aku tidak peduli akan hal itu, yang aku inginkan kamu menjadi milikku."
"Apa kamu mencintai aku?"
"Aku tak percaya akan cinta."
"Jadi kamu hanya terobsesi untuk memiliki aku? Saat obsesi itu sudah hilang apa yang akan kamu lakukan padaku?"
Keane tak mampu menjawab pertanyaan Rose.
"Menggantinya dengan barang baru dan membuangku seperti barang bekas," ujar Rose membantu Keane menjawabnya.
"Aku ingin pulang," ujar Rose dan bergegas keluar dari kamar mandi.
Keane menyusul Rose dan mengambil pakaian dari lemarinya.
"Ganti bajumu dengan ini."
"Apa itu milik mantan kekasihmu?"
"Bukan, aku memang sengaja membelinya untukmu karena aku tahu kamu pasti akan dengan sengaja menentangku."
"Jangan besar kepala, Mr. Maxfield, aku melakukan ini untuk diriku sendiri, bukan karenamu."
Rose kemudian mengambil pakaian itu dan berganti baju di kamar mandi setelah itu Keane mengantarnya pulang.
"Apa yang harus aku lakukan hingga kamu baru mau menikah denganku?" tanya Keane saat sampai di rumah Rose.
"Aku menginginkan cinta," timpal Rose dan bergegas turun dari sana.
Rose mengintip kepergian Keane dari jendela dan ia berharap setelah ini Keane tidak akan menganggunya lagi.
"Rose!"
"Ya, Tante?"
"Kiara sakit kita harus segera membawanya ke rumah sakit," ujar Aquila dengan panik.
Wajah Rose memucat mendengarnya dan dengan cepat ia mengambil kendaraannya dan mereka segera melaju ke rumah sakit.
"Bagaimana, Dok?" tanya Rose setelah menunggu beberapa menit dokter untuk memeriksa Kiara.
"Katup jantungnya bocor lagi dan kita harus segera mengoperasinya, jika tidak nyawanya akan berada dalam bahaya."
"Kalau aku boleh tahu berapa biayanya, Dok?"
"Mungkin Anda harus menyediakan 100 juta untuk itu."
Aquila menutup mulut mendengarnya, tak tahu ke mana mereka harus mencari uang sebanyak itu. Perlahan air mata mengalir di pipi mereka karena tahu mungkin mereka harus siap kehilangan Kiara.
"Apa yang harus kita lakukan, Rose?"
"Tante."
"Ya?"
"Keane ingin aku menjadi istrinya dan ia akan memberikan apapun yang aku mau," ujar Rose dengan air mata yang mulai mengalir karena sepertinya dia harus kembali membuang prinsipnya.
"Apa kamu mencintainya?"
"Aku tak tahu."
"Apa dia mencintaimu?"
"Dia tak percaya cinta, jadi Tante pasti tahu apa yang diinginkannya dariku."
"Itu hidupmu dan keputusannya pun ada di tanganmu."
"Aku sudah tahu keputusan apa yang akan aku ambil. Tolong jaga Kiara, Tante."
Rose bergegas membawa kendaraannya menuju ke apartemen utama milik Keane. Sepertinya ia harus kehilangan rasa malu karena sebelumnya sudah menolak permintaan Keane tapi sekarang ia malah menyodorkan dirinya sendiri. Mungkin Keane akan menendangnya langsung keluar dari apartemennya.
"Apa kamu kemari karena ingin menerima tawaranku lagi?" tanya Keane sinis saat melihat kemunculan Rose.
"Ya."
"Kali ini berapa lagi yang kamu butuhkan?"
"100 juta."
"Sayangnya tawaranku sudah tak berlaku lagi, aku tak ingin lagi menikahimu."
Seketika Rose merasa sangat cemas mendengarnya. Ia tak tahu lagi harus mendapatkan uang darimana.
"Aku ingin kamu menjadi simpananku," ujar Keane. Ia merasakan harga dirinya terinjak saat Rose menolak lamarannya dan ia akan membalas wanita itu dengan menjadikannya wanita simpanannya. Hal itu agar Rose menyesal kenapa menolak tawaran pernikahannya.
"Aku akan menerimanya."
"Aku ingin kamu menandatangani surat kontrak."
"Apa?"
"Kamu harus menjadi simpananku sampai aku melepaskanmu."
"Berapa lama?"
"Sampai aku bosan."
"Aku ingin waktu yang tepat."
"1 tahun."
"Baiklah."
"Kamu bisa kembali lagi besok setelah aku meminta pengacara menyiapkannya."
"Bolehkah aku meminta uang mukanya dulu?" tanya Rose.
Keane menatap Rose dengan sinis dan pandangan merendahkan.
"Jika kamu melayaniku malam ini, aku akan memberikan 50 juta sebagai uang muka."
Rose terbelalak mendengarnya karena dia harus menemani Kiara tapi jika dia menolak mungkin nyawa Kiara akan hilang karena Kiara harus dioperasi malam ini juga.
"Berikan aku dulu uang itu."
"Kamu tidak punya hak untuk tawar menawar dalam hal ini."
"Aku mohon, Keane, aku membutuhkannya."
"Baiklah. Apa kamu ingin uang tunai lagi?" tanya Keane memilih menyetujui permintaan Rose sebab bisa melihat permohonan di kedua mata itu.
"Tidak, tolong kirimkan ke rekeningku saja."
Setelah Keane mengirimkan uang itu Rose segera mengirimkannya pada Aquila. Ia terpaksa berbohong mengatakan jika masih ada yang harus ia bicarakan dengan Keane.
"Semoga uang ini bisa menyelamatkan, Kiara," lirih Rose. Ia hanya bisa pasrah saat Keane mulai menarik tubuhnya ke dalam pelukan laki-laki itu dan mulai mencumbunya. Perlahan-lahan dirinya berubah menjadi p*****r dan sepertinya dia memang tak punya pilihan kecuali hanya bisa pasrah.
***
Jangan lupa tap love jika suka. Thanks ^^