Bab 26

1896 Words

Author Pov Daniel terus berlari bersama Ania, mereka sudah tidak memikirkan apa yang terjadi tadi. Entah itu karena Daniel ingin memperhatikan mata Ania lebih dekat atau ada maksud yang lain. Kali ini mereka memutuskan untuk memanjat pohon. Tentu saja Ania yang memilihnya karena hanya dia yang bisa melihat dengan jelas menggunakan matanya itu, mereka istirahat di dahan pohon yang besar dan kokoh. Daniel merebahkan badannya dengan bersandar, bukan tenaga saja yang terkuras habis tapi isi perutnya juga. Setengah mati dia menyembunyikan rasa laparnya itu kepada Ania. Tiba-tiba Daniel merasa ada cahaya menyilaukan yang masuk di balik kelopak matanya. Awalnya dia tidak terbiasa dengan itu, tapi perlahan-lahan dia membuka mata dan melihat Ania memasangkan senter di atas dahan pohon yang lebi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD