Daniel Pov Aku memandang kursi Ania dengan perasaan bersalah, mungkin kalau bukan karena dia adikku tidak akan selamat. Tapi aku sangat terkejut dengan kata-kata terakhir Ania sebelum dia keluar dari kelas ini, sudah berkali-kali aku berfikir tapi aku tetap menolak untuk mempercayai apa yang dia katakan. Paman Stev yang humoris itu tidak mungkin berbuat sekeji itu. Aku percaya padanya, sangat-sangat percaya. Walaupun Kakek sudah mengeluarkan dia dari silsilah keluarga karena masalah yang tidak aku ketahui. Kata Dad suatu hari nanti aku akan mengetahuinya. Dulu aku dan paman Steve sering pergi ke hutan untuk mencari kumbang tanduk ataupun hanya sekedar untuk berjalan-jalan. Paman Steve adalah orang yang sangat lembut, bahkan dia takut untuk menyakiti hewan. Ya! Paman Stev tidak akan

