7

1261 Words
 Wanita itu masuk ke apartemen lalu tersenyum kepada Ela. "Wah...kamu sangat cantik nak. Kamu nggak diapa-apainkan sama anak bunda?” ucapnya menatap Ela dengan tatapan ceria dan senyuaman manisnya. Apa wanita itu ibu Kenzo? cantik sekali mana masih muda. "Hmmm ibu benar Bundanya kak Kenzo?" Tanya Ela penasaran. "Hahaha...iya sayang kenapa apa aku terlalu muda untuk memiliki anak setampan itu!" Ucap Cia mengedipkan sebelah matanya.         "Maafkan saya Bu!" Ucap Ela penuh penyesalan. Ia sangat takut jika Cia akan memarahinya karena beraninya tinggal di Apartemen Kenzo.         "Anita...anita..masuk sayang. Apakah benar wanita ini yang kamu maksud?" ucap Cia pura-pura tidak mengenal Ela padahal pertama kali bertemu Ela saat menjemput Ela di kediaman Adyaksa namun, saat itu Ela tidak sadarkan diri dan Cia juga menunggui Ela saat  Ela berada di rumah sakit.         Anita melihat Ela dan langsung berlari memeluk Ela "Dek hikss....hiks...kamu nggak apa-apa kan?" Tanya Anita terisak, ia sangat terkejut saat Kenzo memberi kabar jika ia telah menemukan Ela. Apa lagi informasi yang diberikan Kenzi jika Ela disiksa dengan kejam.         "Nggak apa-apa Mbak, Ela baik-baik saja kok" ucap Ela tersenyum bahagia karena bisa bertemu Anita yang sangat baik padanya. "Udah kangen-kangenanya!" Ucap Cia melipat kedua tangannya.         "Apa yang kalian lakukan selama seminggu ini? Kenzo suka sekali membantah saya. Kamu tahu Ela saya sudah memerintahkan Kenzo untuk membawa kamu tinggal bersama kami!" ucap Cia kesal dengan anak sulungnya.         Ela menundukkan kepalanya karena takut "Maafkan saya Tante, saya selalu merepotkan kak Kenzo!" ucap Ela.         "Enggak sayang maksud Bunda bukan seperti itu dan kamu jangan panggil Bunda tante dong panggil Bunda  saja ya!" Ucap Cia dengan lembut sambil mengelus puncak kepala Ela. "Iya..Tan...e....Bunda!" ucap  Ela bingung.         Anita tersenyum melihat kebaikan Cia. Ia sangat beruntung dibesarkan oleh Cia seperti anaknya sendiri belum lagi kedua orang tua Anita yang bekerja sebagai pembantu dianggap saudara oleh Cia dan keluarganya. Alvaro berhasil mendidik keluarganya dengan sangat baik. Tidak ada kesombongan dan keangkuhan sebagai orang terhormat dan kaya raya. Cia melihat kedalam Apartemen yang memiliki tiga kamar. Satu kamar didesain menjadi ruang kerja dan kedua kamar berfungsi sebagai kamar tidur. Dahi Cia berkerut saat melihat kamar tidur Ela. Cia masuk dan kemudian mengenduskan hidungnya di seperei dan gotcha....Cia menyunggingkan sudut bibirnya.         "Ternyata Kenzo juga menurun sedikit sifatku hihihihi...agresif dan m***m" Ucap Cia. Ela dan Anita saling berpandangan karena bingung dengan ucapan Cia. Cia menunjuk Ela "Apa kalian tidur bersama?" Tanya Cia penuh intimidasi "Tidak Tan ee..Bunda kami tidur terpisah!" Ucap Ela.         Cia memicingkan kedua matanya ragu "Beneran enggak? Segel kamu masih lengkapkan?" tanya Cia. Ela mengangkat wajahnya dan membuka mulutnya karena terkejut mendengarkan ucapan Cia sedangkan Anita terkikik menahan tawanya. Itulah Bunda mereka yang terbiasa dengan mulut senggol bacotnya yag tidak bisa direm. "Enggak Bun aku dan Kak Kenzo nggak pernah ngapa-ngapain Bun suer Bun!" Ucap  Ela.         "Hahaha...dasar anak muda zaman sekarang pintar banget ngeles hahaha...kalau iya juga nggak papa paling kalian besok segera dinikahkan!" ucap Cia terbahak melihat wajah ketakutan Ela.         "Beneran Bun, nggak kok. Kasihan Kak Kenzo Bun kalau terpaksa menikah dengan saya!.Jangan bun!" Jelas Ela dengan tatapan memohon.         Waw ternyata anak dingin itu tidak mengatakan perasaannya kepada Ela. Dasar bodoh, pantasan saja Ela pergi meninggalkanya...huh. Ini menarik, jangan panggil aku Cia jika aku tidak bisa mengaduk-aduk perasaan Kenzo anak tertampanku yang kejam dan dingin. Hahaha dan kali ini kau tidak bisa menujukkan sifat kemandirianmu dan kedewasaamu yang melebihi umurmu itu!  Siap-siap menerima serangan dari Bundamu ini Kenzo! Batin Cia.         Anita melihat Cia tersenyum dalam lamunanya. Anita berbisik kepada Ela "Pasti ada yang direcanain Bunda buat Kak Kenzo hehehe" Kekeh Anita. "Mbak kemana aja selama ini?" Tanya Ela. Ia sangat merindukan Anita.         "Aku kerja di perusahaan milik Alexander yang bergerak di bidang poperti. Aku kan arsitek La dan kenapa kamu tidak menghubungiku selama ini?" Tanya Anita "Maaf Mbak,  Ela nggak mau merepotkan Mbak!" Ucap Ela sendu.         Cia mendekati keduanya  "Mulai sekarang kamu tinggal bersama Bunda  dan kamu tidak perlu cemas semua anakku pasti menyukaimu!" Jelas Cia tersenyum lembut. "Tatapi kak Kenzo?" Ucap Ela khawatir jika Kenzo akan memarahinya. "Hahaha...dia pasti bakal pulang juga dan kita harus bergegas sebelum dia pulang dan mengajakmu tinggal di Apartemen lainya. Untung si Dona bisa buka mulut jika kamu ada disini!"         "Hahaha Dona memang sekutuku yang paling jenius dia calon mantu idaman!" Ucap Cia Mendengar Dona disebut calon mantu Cia hati Ela merasa teriris. Mbak Dona sangat cantik modis dan supel tentu saja dia cocok dengan kak Kenzo. Batin Ela.         "Anita hubungi mang Karyo siapkan kamar di sebelah kamar Putri yaitu kamar lama Kenzo untuk ditempati Ela" perintah Cia.         "Oke Bun" ucap Anita, dia segera menghubungi mang Karyo. Cia mengajak Ela memasuki mobilnya dan menuju istananya.         Kenzo mendapatkan informasi dari bodyguardnya jika Nyonya besar menemukan tempat persembunyiannya. Kenzo telah mengatur agar Bundanya tidak dapat menemukan dirinya dan Ela. Ia juga meminta bantuan kepada sang Ayah Varo agar mempercayakan Ela kepadanya dan tidak ikut campur tentang urusannya dengan Ela. Bahkan Kenzo telah menandatangani beberapa perusahaan untuk ia pimpin sebagai syarat dari Varo.         Kenzo segera menuju Apartemenya namun kosong, ia tidak menemukan Ela dimanapun. "Dimana Ela, Bunda arghhh..." Teriak Kenzo Kenzo menghubungi Putri yang pastinya sedang berada dirumah karena kehamilanya. "Halo dek...bunda ada di rumah sekarang?" "Ada kak noh...lagi ngobrol sama anak baru yang Bunda adopsi dan sekarang aku punya saudara perempuan lagi.  Kata Bunda namanya Reladigta prameswari alexander kak dan Bunda mau menjodohkan kak Ela sama mas Bram atau Bang Bima hehehe..." Klik...         Kenzo memutuskan teleponnya sepihak. Ia memijit keningnya  yang terasa pusing. Haruskah dia bertekuk lutut memohon Bundanya atau  membiarkan Ela bersama salah satu sepupunya. Kenzo mengendarai kendaraanya dengan kecepatan tinggi.  Ia masuk ke gerbang utama dan  melihat Anita tersenyum mengejek di paviliun rumahnya.         Kenzo segera menghentikan mobilnya di depan rumah Anita. Ia keluar dari dalam mobil dengan tatapan amarahnya "Anita siapa yang membocorkan Ela tinggal di Apartemen itu!" Tanya Kenzo datar.         "Hahaha...kalau emosi jangan ditahan pak. Dikeluarkan saja, aku paham betul siapa kamu Kak  Ken!" goda Anita.         “Kamu bener-bener Ta, kamu ahu apa yang bakal aku lakukan kepadamu  jika kamu menyimpan rahasia dariku?" Ancam Kenzo. "Apa coba yang bakalan Kakak lakuin?" Ucap anita tanpa takut. "Heh...kamu beneran nggak takut? Sebelum pernyataan ini saya ulitimatumkan!" Tantang Kenzo. "Nggak biasa aja, Bunda janji bakal lindungi aku!" Ucap anita santai. "Hahaha...oke, saya bakal memindahkan kamu ke anak perusahaan yang dipimpin kak Revan huh, yang artinya perjodohanmu dengan duda dingin itu akan menjadi kenyataan!" Ucap Kenzo menyunggikan senyumanya hingga membuat Anita kesal.         "Enggak,  kakak nggak bisa ngelakuin ini Kak, akan  aku aduka Kakak ke Ayah" ucap  Anita menatap tajam Kenzo.         "Hahahaha, Ayah tidak bisa ikut campur urusan perusahaan. Perusahaan poperti sudah jatuh ketanganku aku Ceo nya sekarang dan Ayah tidak bisa berbuat apa-apa dan pastinya Papi Devan akan menyetujui pernikahan kalian”  Ancam Kenzo. "Kau!" Teriak Anita kesal. "Sudah terlambat adikku yang cantik selamat datang dikehidupan Revan si curut dengan pesonanya yang mematikan dan jangan lupa anak perempuannya yang bakal menyiksamu!" Ucap Kenzo menakut Anita. "Ken...jangan Ken...aku  mohon. Aku akan berpihak kepadamu Kak...please!" Mohon Anita. "Kau tahu kalau aku kejam dan  ini hukuman karena kamu berpihak kepada Bunda!" ucap Kenzo. "Kak Ken gue bisa kasih tahu siapa yang memberitahu Bunda dimana Kakak dan Ela tinggal!" ucap Anita, ia  mencoba memberi penawaran. "Tidak bisa,  lihat ini..!" Kenzo memberikan ponselnya dan Anita membaca sms itu. "Gocha...Dona...dan dia sama denganmu akan menerima akibatnya. Rahasianya akan segera terbongkar!" ucap Kenzo menatap Anita dengan dingin.         Kenzo memasukkan kedua tangannya kedalam sakunya dan berjalan meninggalkan Anita yang menatapnya nanar. Kenzo melajukan mobilnya menuju rumah utama. Ia tersenyum karena berhasil mengancam semua para saudarannya yang tidak berpihak kepadanya. Termasuk Dona yang menyimpan rahasia yang telah ia selidiki kebenarannya. (Baca: Musuhku Ayah dari anakku)
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD