Chapter 26

992 Words

Davren menarik dagu Hilya, hingga gadis itu mendongak menatapnya. Perlahan, jari jempol Davren mengelus lembut pipi Hilya, menghapus air mata gadis itu yang seakan tidak henti-hentinya mengalir.             Begitulah Hilya, jika sudah mulai menangis maka akan susah untuknya berhenti.             "Lo ngomong apa sih?" Davren bertanya datar, Hilya yang masih sesenggukan menghapus air matanya yang kembali mengalir dengan punggung tangannya, persis seperti anak-anak.             Gadis itu mengerjapkan matanya. "Maksud kamu?"             Davren tersenyum tipis, sangat tipis sampai bahkan Hilya tidak menyadarinya. "Gue tadi abis dari rumah Adlen, terus beli martabak buat ... Resty. Gue lupa Resty alergi keju, terus gue inget lo suka keju."             Seketika Hilya melirik kantong kresek

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD