BAB 50

1162 Words

Malam ini mereka makan bersama dan tidur bersama. Lebih tepatnya si kembar tidur bersama Aldric diruang tengah. Mereka bertiga menonton televisi. Lebih tepatnya menonton balapan motor GP. “Tidur.” Kata Sena dari atas. “Mama belisik.” Guman Elias yang masih bisa didengar oleh Elios dan Aldric. “Aku bilangin mama loh.” Ancam Elios. “Yos jangan.” Aldric tertawa mendengar percakapan kedua putranya. “Sayang, Elias bilang kamu berisik.” Adu Aldric. Aldric lupa kalau mereka sudah bercerai. “Apa?? Kamu bilang apa ke mama?” Tanya Sena sok marah. “Ndak Ias kok. Papa yang bilang. Papa bilang mama belisik. Ya kan Yos?” “Apaan?? Papa nggak ada bilang gitu! Siapa yang ngajarin bohong gini??” Tanya Aldric yang kemudian mencubit hidung Elias. Elias tertawa. Tak hanya Sena, Aldric dan E

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD