BAB 28

1245 Words

Sesampainya di apartemen, Aldric langsung mencari es dan kotak p3k. Sena yang memang belum tidur, keluar dari kamar ketika mendengar suara gelontangan. Terlihat Aldric sedang membuka frezer dengan mendumel. “Cari apa?” “Es.” Jawabnya. “Buat apa?” Tanya Sena. “Buat ngompress-” Ucapan Aldric terhenti ketika melihat Sena yang sedang menatapnya tajam. Sena melihat ujung bibir Aldric yang robek. Sena menyentuhnya. Aldric meringis. “Habis berantem sama siapa?” Tanya Sena yang terlihat khawatir. Ia lupa jika ia masih dalam mode nggak mau peduli dengan Aldric. Aldric tersenyum ketika mengetahui istrinya masih peduli dengannya, tapi kemudian ia meringis. Aldric lalu menceritakannya. Ketika ia pulang dari tempat kerja. Aldric berniat nebeng Lois. Karna menang Lois akan pergi main ke club ma

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD