Tibanya di rumah, Fahrial langsung mengajak Kiara untuk bicara empat mata mengenai dengan siapa tadi Kiara makan bersama di Restaurant.
“ Jelasin. “ Ucap Fahrial kepada Kiara yang saat ini duduk di sebelahnya terlihat tegang.
“ Tadi aku makan bersama temanku, namanya…” Kiara menerka – nerka sehingga memperlambat ucapannya.
“ Sepertinya kamu lupa siapa nama temanmu sampai harus berfikir lama menyebutnya. Entah itu lupa atau memang kamu sedang mencari nama yang tepat untuk berbohong? “ Potong Fahrial yang sudah merasa curiga bahwa Kiara akan membohonginya lagi.
“ Aku tidak berbohong! Nama temanku, Icha. “ Jawab Kiara dengan cepat. “ Aku makan bersama Icha, dia itu anaknya agak tomboy jadi jaket dan topi yang kamu lihat tadi memang benar seperti laki – laki. “ Bohong Kiara untuk yang ke sekian kalinya.
“ Kalau memang benar begitu, kenapa kamu takut aku masuk lagi ke dalam untuk melihat? “ Fahrial mengernyitkan keningnya. “ Kenapa kamu terlihat panik seperti ini kalau bukan karena ada sesuatu yang kamu tutup – tutupi? “
“ Aku tidak panik, Fahrial! Lagipula, kenapa kamu jadi menyudutkanku? “ balas Kiara sewot.
“ Aku tidak menyudutkanmu, tapi hanya bertanya kebenarannya! “ seru Fahrial.
“ Aku pergi dengan siapapun itu bukan urusanmu! Sudahlah, aku malas berdebat! “ Kiara ingin bangun dari duduknya tetapi Fahrial menarik tangan gadis itu sehingga Kiara kembali duduk.
“ Jangan di biasakan saat sedang bicara serius kamu ingin pergi begitu saja. Kita belum selesai bicara, Kiara! “ Fahrial memberikan tatapan serius.
Kiara menggertakkan giginya. “ Apa mau kamu? “ tanyanya sambil mendongakan dagunya.
“ Aku ingin kamu jujur dengan siapa tadi kamu makan di Restauran. “ Pinta Fahrial.
“ Oke. “ Kiara manggut – manggut. “ Bagaimana jika aku menjawab bahwa aku makan bersama dengan seorang pria? “ tanya Kiara.
Fahrial memandang istrinya itu secara mendalam.
“ Apakah pria itu salah satu teman yang sering berkumpul denganmu? “ Fahrial bertanya balik untuk mengetahui lebih jelas karena jika itu teman yang sering berkumpul bersama, Fahrial masih bisa memaklumi.
“ Kalau aku jawab tidak, gimana? “ Kiara terus saja bertele – tele.
“ Jika kamu menjawab tidak, itu berarti pria yang tadi makan bersama kamu bukan hanya sekedar teman, melainkan ada hubungan lain di antara kalian. “ Ungkap Fahrial, ia cukup merasakan sesak seperti tidak siap mendengar jawaban Kiara.
“ Apa yang terjadi jika aku bilang pria itu memang bukan temanku tetapi seperti yang kamu bilang tadi bahwa ada hubungan antara aku dan dia? “ Kiara terus saja mengulur – ulur jawaban.
“ Aku akan menceraikanmu dan membiarkan kamu bersatu dengannya, jika itu yang kamu mau. “ Balas Fahrial mengejutkan Kiara karena seingat gadis itu terakhir kali Fahrial pernah berjanji tidak akan mengucapkan kata cerai jika terjadi perdebatan di antara mereka.
“ Cerai? “ Mulut Kiara menganga. “ Kamu bilang tidak akan pernah berkata soal perceraian sehebat apapun perdebatan yang terjadi di antara kita. “ Tutur Kiara jadi panik sendiri.
“ Ya, tapi beda persoalan jika kamu sudah main belakang. “ Fahrial semakin memperdalam tatapannya. “ Aku bisa bertahan dengan sikap egois dan keras kepalamu, tapi kalau kamu sudah mencoba bermain api, tidak ada toleransi untuk itu! “ tegas Fahrial semakin membuat Kiara ketar – ketir.
Mata Kiara bergerak cepat ke kanan dan ke kiri pertanda dia sedang mengkhawatirkan sesuatu yaitu takut jika Fahrial tahu kedekatannya dengan Beckham.
“ Jadi, apa benar kamu makan bersama dengan seorang pria yang kamu anggap lebih dari sekedar teman? “ Fahrial bertanya lagi menyebabkan Kiara jadi semakin tegang.
“ Ti—tidak, aku makan bersama Icha, temanku yang tomboy. “ Kiara kembali berbohong.
“ Telepon Icha dan suruh dia kemari. Aku ingin tahu apakah dia benar seperti yang kamu katakan atau tidak. “ Tantang Fahrial karena dia tak ingin terus – menerus di bohongi.
“ Kamu terlalu berlebihan, Fahrial! “ seru Kiara kembali berdiri, ia ingin pergi untuk menghindari pertanyaan Fahrial selanjutnya. “ Aku mau ke kamar. “
Ketika Kiara baru saja berjalan beberapa langkah, Fahrial ikut berdiri lalu bicara. “ Kalau kamu tidak mau membawa Icha, aku anggap kamu berselingkuh! “ tegas Fahrial karena Kiara tak juga mengatakan yang sebenarnya bahkan gadis itu mencoba untuk mengakhiri pembicaraan di saat Fahrial sedang serius.
Kiara menghentikan langkahnya, ia membalikkan badannya menghadap Fahrial. “ Apa maksud kamu? “ tanyanya.
“ Kamu tau maksud aku, Kiara. “ Balas Fahrial sebab Kiara selalu saja berlagak tak mengerti.
“ Jadi, kamu menuduh aku selingkuh? Begitu? “ cetus Kiara dari jarak yang sedikit berjauhan.
“ Ya. “ Fahrial mengangguk cepat. “ Kalau kamu merasa itu tidak benar, maka buktikan ke aku. “ Tambah Fahrial.
Otak Kiara bergerak cepat untuk berfikir tetapi dia tidak juga menemukan jawaban dan solusi sehingga gadis itu kini hanya membisu dan mematung.
“ Baiklah, aku anggap kamu benar – benar selingkuh karena tadi sudah makan bersama pria yang saat ini sedang dekat denganmu. “ Tuduh Fahrial yang memang sebenarnya adalah sebuah fakta.
Fahrial berjalan kehadapan Kiara dengan tatapan agak sinis, ia berusaha menahan diri untuk tidak membentak – bentak gadis itu.
“ Aku akan bertahan dalam keadaan apapun, kecuali jika kamu menduakan aku. Itu sudah keterlaluan. “ Ungkap Fahrial kepada Kiara yang saat ini menunduk. “ Kamu tau apa konsekuensinya, kan? “ tanya Fahrial.
Kiara mendongakan kepalanya, matanya melebar. “ Kamu yakin ingin bercerai dariku? “ tanya Kiara merasa kalau Fahrial tidak akan bersungguh – sungguh ingin berpisah dengannya, apa lagi dia tahu kalau lelaki itu sangat mencintainya.
“ Aku tidak yakin, tapi pengkhianatan tidak bisa di pertahankan, Kiara. Aku tidak akan segan untuk mengatakan pisah! “ tegas Fahrial membuat Kiara panik sekali karena dia belum siap untuk bercerai, lagi – lagi alasannya karena masalah keuangan dan dia juga belum tahu apakah Beckham benar – benar mencintainya dan ingin menerimanya atau tidak.
“ Fah—“
“ Besok hari minggu kamu bisa gunakan untuk bersiap – siap mengemas barangmu dan nanti hari senin aku akan ajukan surat cerai ke pengadilan. “ Terang Fahrial berusaha untuk memberanikan diri berkata seperti itu meski di dalam hatinya dia tidak mampu.
Bukan Kiara jika tidak bersikap keras kepala, ia memang tidak siap jika di ceraikan, namun dia juga tidak terima karena merasa Fahrial sangat meremehkan dirinya dan beranggapan dirinya akan mengeemis – ngemis untuk tidak di ceraikan.
“ Yaudah kalau itu mau kamu! “ Kiara mendorong kasar tubuh Fahrial hingga lelaki itu hampir terjatuh. “ Aku kecewa banget sama kamu! “
Kiara pergi naik ke lantai atas, ia masuk ke dalam kamar membanting pintu sangat kencang sampai suaranya terdengar hingga ke lantai bawah.
Fahrial memijat kepalanya yang mendadak pusing, ia tidak tahu ini langkah yang tepat atau tidak tetapi api cemburu di dalam dirinya sangat kuat sehingga berat sekali jika memang benar Kiara berselingkuh dan dia harus menerimanya, tentu saja Fahrial tidak bisa begitu.
“ Maafkan aku Kiara, tapi ini sangat menyakitkan. “ Fahrial berjalan menuju lantai atas untuk melihat apa yang akan gadis itu lakukan.
Kiara mengirim pesan kepada Prita ingin menginap di tempatnya dan untungnya Prita langsung menjawab cepat mengizinkannya untuk menginap.
Setelah itu, Kiara membuka lemari dan mengeluarkan semua barang – barang miliknya untuk dia kemas. “ Aku pastikan, dalam beberapa hari kamu akan berubah fikiran tidak ingin bercerai denganku! Dasar lelaki bodoh! “ umpatnya kesal sendiri.
DRT…DRT…DRT…
Handphone Kiara bergetar, ia menatap layar ponselnya saat ini terlihat ada panggilan masuk dari tantenya. “ Tumben tante Ria telepon? “ Kiara segera mengangkatnya.
“ Hallo, tante. Ada apa? “
‘ Kiara… ‘ Suara isak tangis terdengar dari sebrang sana.
“ Kenapa tante? katakan ada apa? jangan buat Kiara bingung. “ Kiara jadi ikutan panik karena mendengar tantenya menangis.
‘ Mamah kamu…’
“ Kenapa dengan mamah? “
‘ Mamah kamu meninggal dunia, Kia. ‘
DEG.