= KAU TIDAK PENTING =

1542 Words
TOK…TOK…TOK…   Mendengar bunyi pintu di ketuk berkali – kali, Kiara langsung berlari untuk membuka. Dia yakin pasti itu para sohibnya yang sudah datang.   “ KIARA!“ seru teman – temannya serentak dengan heboh. Sesuai yang Kiara katakan pada Fahrial bahwa temannya yang datang terdiri dari empat laki – laki dan enam perempuan.   “ Yeay! Akhirnya kalian datang juga!“ balas Kiara tak kalah menggemparkan, ia memeluk satu per-satu temannya sebagai bentuk salam melepas rindu.   “ Ayo masuk. “ Ajak Kiara penuh semangat.   “ Liat shayy, gue bawa Beer untuk menemani party kita malam ini. “ Ody si cowok yang agak – agak seperti perempuan itu menunjukkan plastik berisi minuman beralkohol beberapa botol.   “ Ody, lo emang paling mengerti, deh.“ Kiara mencubit gemas pipi Ody.   Kiara mengajak teman – temannya ke ruang tamu. Disana sudah Kiara sediakan banyak cemilan dan minuman bersoda, tak lupa untuk melengkapi suasana berkumpul agar jadi lebih asik Kiara setel musik Man Down – Rihanna.   “ Lo tambah cakep aja, Kia. “ Puji Robi. “ Aura pengantin baru emang gak ada obat.“ Imbuhnya.   “ Oh, iya, dong. “ Kiara nampak senang di puji.   “ Suami lo mana, Kia? “ tanya Prita cewek berambut bondol.   “ Udah gak usah tanya – tanya dia. “ Balas Kiara sibuk menata gelas untuk teman – temannya.   “ Kiara, kita semua kan, baru aja pulang dari bali dan kemarin waktu nikahan lo gak sempet datang. Jadi, kita penasaran gimana wajah suami lo itu. Ayo dong, kenalin ke kita semua.“ Cetus Lala.   “ Iya, Kia. Lagian, lo nikah gak pajang status atau foto pernikahan sama suami lo di sosial media, kita kan, jadi gak tahu – menahu gimana rupa suami lo. “ Sahut Cici.   “ Apa jangan – jangan, suami lo kakek – kakek ya? “ ledek Dani disambut tawa oleh yang lainnya.   “ Enggak, lah. Ngaco kalian semua. “ Kiara membuka botol Beer lalu dia tuangkan ke semua gelas.   “ Gue yakin suaminya Kiara duitnya banyak. Buktinya aja rumahnya gedong kayak begini. “ Cetus Rani memandangi isi rumah Fahrial yang cukup besar.   “ Pastinya lah, kalau gak kaya mana mau Kiara nikah sama itu cowok. “ Tambah Sifa.   “ Gue yakin suami Kiara om – om berkumis tebal, makannya Kiara malu kasih unjuk kita. “ Kata Dimas.   “ Bisa jadi. “ Sahut Aya dan Ari bersamaan dilanjuti tawa.   Sedangkan yang diajak bicara diam saja tak menggubris.   “ Eh, kalian semua pada banyak cincong ya. “ Ody mulai angkat suara karena geregetan. “ Lo semua pada belum liat aja kalau suaminya Kiara ganteng maksimal! Gue yakin rahim lo semua pada anget abis lihat dia. “ Cetus Ody dengan penuh semangat.   “ Masa, sih? “ tanya mereka bersamaan.   “ Udah ayo kita minum. Gue ajak lo datang kemari itu buat seneng – seneng bukan bahas suami gue. “ Ucapa Kiara mulai bersuara.   “ Yaudah ayo. “   Mereka semua mulai mengambil gelas  masing – masing lalu bersulang.   “ Cheers! “   Bunyi gelas saling berbenturan terdengar nyaring dibarengi musik yang terus berputar, suara – suara tawa menggema di ruang tamu hingga berjam - jam.   Disisi lain, Fahrial yang sejak tadi tertidur di dalam kamar mulai terganggu dengan suara bising di lantai bawah.   “ Hoaahhh…” Fahrial menguap, ia terbangun duduk, matanya melirik jam dinding sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Suara musik begitu menusuk indra pendengarannya. “ Udah malam begini Kiara belum kelar juga acara kumpul sama temennya? “ Fahrial bertanya – tanya. Dia ingin sekali melihat ke bawah tetapi teringat bahwa sebelumnya Kiara pernah melarang dirinya untuk turun. Namun, Fahrial tidak bisa menahan dahaganya karena tenggorokannya terasa begitu kering.   “ Turun aja, deh. Haus banget. “ Fahrial bergegas keluar kamar menuruni anak tangga sambil menyapu rambutnya sendiri menggunakan lima jarinya.   Saat Fahrial sudah sampai di bawah, ia berhenti melangkah untuk melihat sebentar apa saja yang sedang Kiara dan teman – temannya lakukan.   “ OH MY GOD!“ Seru Prita dengan mata melotot ke arah Fahrial. Perempuan berambut bondol itu menganga melihat sosok lelaki berperawakan tinggi dan berbadan tegap dilengkapi wajah tampan baru saja turun dari lantai atas dengan rambut yang agak sedikit berantakan namun tetap terlihat keren.   “ Kia? Cowok itu siapa? “ tanyanya menunjuk ke arah Fahrial. Seketika semua mata tertuju ke arah Fahrial termasuk Kiara.   Fahrial malah cengar – cengir saat di tatap semua orang, ia melambaikan tangannya sambil bilang. “ Hai?“   “ Hai juga.“ Sahut mereka semua kecuali Kiara karena gadis itu kini sedang menggertakan giginya dan melemparkan tatapan tajam ke arah Fahrial.   ‘ Ngapain dia turun! ‘  batik Kiara.   “ Itu dia suaminya Kiara. “ Celetuk Ody karena hanya dia saja yang sudah pernah melihat dan berkenalan dengan Fahrial.   “ Ya ampun, Kiara! suami lo cakep banget! “ Prita bersama Lala, Cici, Sifa, Aya dan Rani bangun dari duduknya lalu berjalan menghampiri Fahrial untuk berkenalan.   Sedangkan Fahrial kini jadi panik sendiri karena di kerubuti oleh enam wanita.   “ Kamu suaminya, Kia? Siapa namanya? “   “ Fa—Fahrial. “ Jawab Fahrial agak gugup di deketin ke - enam cewek yang ternyata pakaiannya sama seksinya dengan sang istri. Fahrial berusaha menjaga pandangannya karena ia hanya akan melihat tubuh istrinya saja tak mau wanita lainnya.   Mereka berenam memperkenalkan nama masing – masing dengan genit.   Untung saja Kiara menghampiri Fahrial sehingga suaminya itu tidak terus di goda – goda.   “ Eh, udah – udah sana. “ Kiara berjalan kehadapan Fahrial. “ Kenapa kalian semua jadi nimbrung sama suami gue, sih? “   Prita dan yang lainnya tertawa kecil. “ Iya – iya, maaf. Yaudah kita duduk lagi, deh. “   “ Bye, Fahrial. “ Dengan santainya Prita mencolek dagu Fahrial membuat lelaki itu terkejut.   Ketika semua temannya sudah kembali duduk, Kiara menghadap Fahrial yang kini tersenyum ke arahnya karena Kiara baru saja mengakui dirinya sebagai suami.   “ Kamu cemburu ya aku di kerubutin kayak tadi? “ ledek Fahrial langsung mendapat pukulan di lengannya dari Kiara.   “ Kepedean! “ serunya.“ Seneng kamu direbutin kayak gitu, hah? “ omel Kiara dan Fahrial hanya menggelengkan kepalanya. “ Sini ikut aku!“ Kiara menarik Fahrial ke arah dapur.   “ Kia, kamu jangan galak – galak, dong. “ Ucap Fahrial karena istrinya itu menarik tangannya kasar.   “ Aku udah bilang sama kamu supaya jangan turun karena lagi ada teman – temanku! Susah banget sih, dibilangin! “ Kiara melanjutkan omelannya saat sudah di dapur.   “ Aku turun cuma mau ambil minum, Kia. Aku haus. “ Fahrial memegang tenggorokannya sendiri.   “ Arghhh! Kalau begini jadinya, teman – temanku jadi tahu kalau kamu itu suamiku.“ Ucap Kiara menggeram kesal.   “ Loh, emang kenapa kalau mereka tau aku suami kamu? “ Fahrial maju lebih dekat kehadapan Kiara. “ Apa ada yang salah dengan diriku sampai kamu gak mau orang tau siapa aku di dalam hidupmu? “   “ Fahrial aku lagi mau senang – senang, tolong jangan buat mood aku berantakan! Lebih baik sekarang kamu naik ke atas dan diam dikamar sampai acaraku selesai! “ perintah Kiara seenaknya saja, padahal kalau difikir – fikir ini adalah rumah Fahrial.   “ Kamu malu mengakui aku sebagai suami kamu? “ tanya Fahrial dengan tatapan kecewa.   “ Gak usah dibahas, aku lagi malas berdebat. “ Kiara melengos karena saat ini terus saja di tatap Fahrial.   “ Iya atau tidak? “ pertanyaan Fahrial kali ini agak ditekankan.   “ Aku cuma ngerasa gak penting aja nunjukkin siapa kamu di depan teman – temanku, Fahri. Apa lagi, aku tidak mencintaimu, jadi tidak ada kebanggaan bagiku untuk memperkenalkanmu. “ Terang Kiara sangat menusuk hati Fahrial, entah mengapa Kiara sampai sebegitunya padahal mengenalkan Fahrial kepada teman – temannya bukanlah hal yang buruk dan rumit.   Fahrial manggut – manggut seraya melangkah mundur.“ Oke. “ Fahrial tak banyak bicara lagi, ia buka lemari es untuk ambil sebotol minum, lalu dia pergi dari dapur meninggalkan Kiara yang tidak ada rasa bersalah telah menyakiti hati Fahrial.   Saat melewati ruang tamu, teman – teman Kiara dengan ramah menyapanya.   “ Hai Fahri? “   Fahrial membalasnya dengan senyuman merekah meski sebenarnya senyuman itu sangat dipaksakan karena dia sedang terluka. Fahrial naik ke lantai atas dengan terburu – buru.   “ Kenapa dia selalu membuat aku kesal! “ sambil menghentakkan kakinya, Kiara kembali bergabung kepada teman – temannya.   “ Kiara, kenapa lo punya suami cakep banget kayak gitu gak dikenalin ke kita? Bisa – bisanya lo tutup – tutupin Fahrial. “ Celetuk Sifa tak habis fikir.   “ Kalau seandainya gue punya suami kayak Fahrial, udah pasti fotonya gue pajang di w******p, i********:, f*******:, Twitter, pokoknya semua sosmed gue tunjukkin biar dunia tau kalau suami gue cakep banget! “ seru Prita begitu menggebu – gebu.   “ Ah, biasa aja. “ Balas Kiara membuat semua yang mendengarnya melongo.   “ Kia…Kia…  Fahrial itu udah ganteng, kaya dan keliatannya dia juga baik kok, tapi masih aja lo anggap biasa. Sumpah dia lebih keren dibanding mantan tunangan brengseek lo yang tiba – tiba pergi ninggalin lo!“ celetuk si Ody yang emang mulutnya sangatlah cablak.   “ Udah ayo minum lagi. “ Kiara tuang lagi minuman ke dalam gelasnya.   “ Berapa ronde waktu malam pertama sama Aa Fahri? “ celetuk Prita dengan nada meledek.   “ Gak ada ronde – rondean! Lo semua bacot banget ya!“ balas Kiara agak kesal membuat teman – temannya tidak lagi meledeknya karena melihat raut wajah Kiara nampak tak suka jika membahas Fahrial.   “ Um, oke. “ Seketika semua terdiam.  
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD