"Dari mana?" "Jangan terlalu kepo. Ayo jalani hidup masing-masing tanpa ada rasa ingin tahu apa yang di lakukan oleh orang lain," jawab Glory sambil menatap Richard. Matanya tidak memancarkan perdamaian walaupun akhir-akhir ini Richard rajin menyapanya dan seolah-olah mengajaknya untuk berteman. Tapi sikap Richard itu bagaikan tipu muslihat bagi Glory. Dia tidak percaya orang sejahat Richard bisa langsung berubah dalam waktu beberapa jam. Apalagi tidak ada sesuatu hal yang terjadi di antara mereka yang sekiranya bisa memicu perubahan Richard itu. "Apa susahnya menjawab pertanyaanku? Kenapa harus kemana-mana sih ngomongnya?" ujar Richard. "Nggak usah berpura-pura. Tanpa bertanya padaku kamu pasti tahu aku pergi kemana? Kamu pikir aku tidak tahu kalau kamu menyuruh seseorang untuk meng

