Semua di luar kendali Glory. Setelah duduk berdiam diri ditaman yang sepi, dia sadar bahwa dia sudah keterlaluan. Bukan salah ayah dan bundanya dia menikah dengan Richard. Semua ini adalah perjanjian neneknya dimasa hidupnya. "S!alaan," teriaknya dengan kencang hingga mngundang beberapa pasang mata yang kebetulan duduk santai di kursi taman. "Maaf Bun, GG keterlaluan. Please jangan kutuk GG," lanjutnya lebih pelan sembari menutup wajah dengan kedua tangannya. Dia mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangan dan sekali lagi berteriak kencang memecah keheningan malam. Sempat ingin mengumpat dan menyalahkan Grace yang sudah mempropokasinya namun dia sadar kalau selama ini dia sudah terlalu sering menyalah orang lain atas apa yang dia alami sekarang. Benar, ini semua bukan maunya dan di

