VJG 18

1047 Words
Venus menghembuskan nafas panjangnya sambil duduk di kursi tepat di depan meja pantry ketika Marina dan juga beberapa karyawan lainnya Tengah membuat adonan kue kering, helaan nafas yang berkali-kali Venus lakukan membuat Marina menatap kearah Putri semata wayangnya tersebut "apa ada masalah?" Tanya Marina Membuat Venus lagi-lagi menghela nafas panjangnya sambil merebahkan kepalanya tepat di atas meja sepertinya dugaan Marina benar putrinya tersebut terlihat seperti kelelahan  "Bukankah seorang pengantin harusnya tidak menampilkan ekspresi seperti itu?" Tanya Marina kembali membuat Venus langsung  menegakkan wajahnya dan menatap kearah ibu nya tersebut  "aku benar-benar lelah" ucap Venus membuat Marina hanya mengangguk sambil berjalan mendekat kearah putrinya tersebut menarik kursi tepat di hadapan Venus  "Jangan katakan kau lelah hanya untuk fitting baju pengantin saja?" Tanya Marina mencoba untuk Menebak yang membuat Venus malah menganggukkan kepalanya "apa Ibu tahu selama dua jam di dalam butik hanya 10 menit untuk memilih baju dan sisanya kami jadikan untuk berdebat "ucap Venus membuat Marina sudah bisa menebak kedua anak muda yang kadang bertolak belakang tersebut meskipun Venus dan Galaxy tumbuh dari kecil tapi kadang mereka seperti dua magnet yang tidak bisa di Satukan pendapat mereka benar-benar membuat satu sama lainnya menjadi orang yang paling keras kepala jadi Marina bisa membayangkan bagaimana perdebatan yang mereka lakukan selama hampir dua jam tersebut di sebuah butik " Ibu hanya khawatir kepada desainer dan juga pelayan butik tersebut harus melihat perdebatan kalian "ucap Marina membuat Venus memutar bola matanya malas setidaknya Ibu nya tersebut harusnya berprihatin kepada putrinya ini " aku kadang tidak mengerti dengan apapun yang Galaxy inginkan dia tetap menjadi seseorang yang keras kepala dan kemauannya yang harus diikuti padahal yang menikah bukan hanya dirinya bukan "ucap Venus membuat Marina memberikan putrinya tersebut dengan senyum mengembang  " bahkan kalian belum resmi menikah tapi perdebatan sudah mulai muncul "ucap Marina membuat Venus langsung melipat kedua tangannya " apa Ibu tidak pernah mendengar Bahwa masalah terberat yang di hadapi oleh pasangan adalah beberapa hari menjelang pernikahan itu adalah godaan yang menentukan apakah kami benar-benar berjodoh atau tidak dan sepertinya saat ini hal itu yang kami alami "ucap Venus membuat Marina terkekeh geli " teori dari mana itu” ucap Marina membuat Venus mengabaikan pertanyaan ibu nya tersebut " Tapi pada akhirnya kalian mendapatkan gaun yang sesuai bukan " ucap Marina kembali membuat Venus mengangguk  "lebih tepatnya gaun yang Galaxy inginkan ya Meskipun aku meminta beberapa perubahan tetapi tetap  saja gaun itu secara garis besar pilihan dari Galaxy "ucap versus membuat Marina mengulurkan tangannya setelah itu mengelus punggung tangan putrinya tersebut “ apa ibu  bisa memberikan satu saran untukmu" ucap Marina membuat Venus terdiam  "ya tapi jangan terlalu panjang panjang karena aku sedang tidak ingin mendengarkan ceramah dari siapa pun" Jawab Venus membuat Marina mencubit tangan putrinya tersebut dengan gemas "setidaknya jawab iya saja kau tidak perlu menambahkan dengan kata-kata seperti itu" ucap Marina membuat Venus hanya mengulum senyumnya karena berhasil membuat ibu nya tersebut terlihat kesal “kau tahu bukan pernikahan itu bukan hanya sekedar tinggal bersama dengan orang yang kita cintai "ucap Marina membuat Venus terdiam sambil menganggukkan kepalanya tentu saja hal-hal dasar tentang pernikahan sudah sangat dia hafal sejak dulu karena umurnya yang memang sudah matang sebagai seorang wanita di umur saat ini Untuk itulah Venus sudah bisa menghafal meskipun dalam bentuk teori “ Tetapi kalian juga menyatukan dua pemikiran yang berbeda meskipun kau dan juga Galaxy tumbuh bersama sejak kecil tapi kalian tetap saja orang yang berbeda dengan dua kepala dua pemikiran yang akan membuat kalian mungkin akan sering berdebat salah satu dasar kalian harus menjadi salah satu orang yang bisa bersikap sabar tapi Menurut Ibu kalian harus bisa mengerti satu sama lain dan juga memahami, ibu tahu di umur kalian saat ini ego yang paling sulit dikendalikan yang akan membuat semuanya menjadi berantakan dan ibu harap kau sebagai seorang istri bisa menekan ego suamimu dan juga dirimu sendiri, cobalah pahami suamimu sedikit demi sedikit dan Jadilah istri yang memang bisa kau lakukan Ibu percaya padamu "ucap Marina dengan tatapan sendunya membuat Venus menatap Marina dengan tatapan berkaca-kaca Entah kenapa ucapan Marina seolah menjadi satu kalimat perpisahan membuat Venus langsung menggenggam tangan Marina dengan erat  "Kenapa kalimat Ibu seperti sebuah kalimat perpisahan Padahal aku hanya menikah dengan Galaxy orang yang Ibu anggap sebagai anak ibu sendiri, aku tidak akan pergi jauh ke mana-mana tapi Ibu seolah mengusirku dengan kalimat tersebut “ ucap Venus membuat Marina lagi lagi mencubitnya dengan gemas " dengarkanlah wejangan dari orang tua mu ini kelak kau akan mengingatnya dan juga memahaminya bahwa perkataan ibu mu ini adalah sesuatu yang benar "ucap Marina membuat Venus akhirnya mau tidak mau menganggukkan kepalanya " ia akan aku ingat baik-baik” jawab Venus, marina kemudian menatap ke sebuah paper bag yang sedari tadi berada di atas meja " Apa itu? "Tanya Marina membuat Venus akhirnya menatap kearah Sisi sampingnya " Ah ya aku lupa Ini adalah makanan kesukaan ibu yang Galaxy berikan untuk ibu, tadinya dia ingin ikut masuk tapi aku melarangnya "ucap Venus membuat Marina menatapnya dengan alis terangkat “ kenapa kau melarangnya padahal ibu ingin bertemu dengan calon mantu mama" ucap Marina membuat Venus berdecak kesal "aku masih marah dengannya karena dia tidak mau kalah berdebat denganku padahal seharusnya dia berpura-pura saja untuk mengikuti kemauan calon istrinya saja tapi tidak dengan ego  tingginya itu membuatku benar-benar merasa gemas “ucap Venus  yang kembali memikirkan tentang perdebatan panjang mereka membuat marina hanya bisa menggelengkan kepalanya Marina tidak bisa membayangkan bagaimana akhirnya mereka bisa tinggal dalam satu atap dengan ego yang masih sama-sama tinggi tersebut tapi Marina akan tetap mendoakan yang terbaik untuk Galaxy dan juga Venus karena keduanya adalah anak  dan juga Galaxy sebagai seseorang yang marina anggap sebagai anaknya dari dulu keluarga mereka sudah sangat dekat Marina sudah sangat mempercayakan anaknya tersebut di tangan Galaxy dia pasti tidak akan menyakiti sahabat kecilnya ini. Mereka terdiam untuk beberapa saat namun tiba-tiba pertanyaan Marina membuat Venus benar-benar seolah tertarik pada beberapa hari yang lalu Entah kenapa suasana kosong Langsung kembali  memenuhi hatinya ketika Marina menyinggung Tentang Seseorang "Bagaimana dengan Jupiter?" Tanya Marina membuat degup jantung Venus kembali berdegup dengan kencang selama kepergiannya Jupiter benar-benar tidak bisa dihubungi dia tidak memberikan nomor baru yang bisa Venus gunakan dan sepertinya Jupiter benar-benar serius dengan ucapannya ketika dia mengatakan tidak akan datang pada resepsi pernikahan venus dan juga Galaxy. 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD