Venus terdiam tidak tahu harus menjawab Seperti apa tentang pertanyaan dari Marina
“ Aku tidak tahu Bu” jawab Venus membuat Marina mengerutkan keningnya
"dia benar-benar tidak menghubungimu?" Tanya Marina kembali membuat Venus menggelengkan kepalanya
"Ibu tidak tahu kenapa anak itu menjadi sangat keras kepala sepertimu" ucap Marina membuat Venus langsung menatap tajam ke arah ibu nya tersebut
"Padahal selama ini Dia pemuda yang sabar, ramah dan juga sangat penyayang Mama tidak tahu dia bisa menjadi keras kepala seperti itu "ucap Marina kembali membuat Venus terdiam Venus kembali mengingat tentang pertemuan terakhirnya dengan Jupiter, Jupiter bahkan tidak berbalik menatapnya dan terus melangkahkan kaki untuk terus melangkah menjauh seolah dia tidak ingin menoleh ke arah belakang dan tidak ingin mengingatnya kembali membuat Venus merasakan sesak di dalam hatinya Padahal selama ini Venus sudah mencoba untuk menjadi seseorang yang terbaik bagi Jupiter merawatnya juga menjadi seseorang yang bisa Jupiter andalkan di dalam hidupnya, dia tumbuh menjadi seorang pemuda yang membuat Venus merasa berhasil menjadi seseorang yang bisa Jupiter Andalkan akan tetapi saat ini Jupiter pergi menjauh tanpa sepatah kata pun yang bisa dia ucapkan dan kenang bahkan dengan kejamnya dia mengatakan tidak akan pernah menghadiri acara resepsi pernikahannya.
Venus tidak tahu kesalahan apa yang dia buat sehingga membuat Jupiter bersikap seperti itu pikiran Venus terhenti ketika Marina beranjak dari duduknya sambil membawa makanan yang Galaxy berikan
"apa dia juga tidak memberitahu Ke mana dia pindah?" Tanya Marina membuat Venus terdiam sambil menggelengkan kepalanya wajahnya kembali sendu membuat Marina mengerti dengan kesedihan putrinya tersebut karena selama ini Semenjak mereka pindah ke kontrakan tersebut Venus benar-benar memperlakukan Jupiter seperti Adiknya sendiri menyayanginya bahkan apapun yang dia miliki selalu ingat dengan Jupiter bahkan Venus rela mengesampingkan Galaxy hanya untuk membela Jupiter, Marina menarik sudut bibirnya ketika mengingat masa-masa kecil mereka ketika Galaxy dan jupiter berdebat hanya untuk memperebutkan Venus
“apa dia mempunyai masalah sebelum dia pergi?" Tanya Marina kembali membuat Venus lagi-lagi hanya menggelengkan kepalanya karena hanya itulah jawaban yang dia bisa berikan saat ini, Venus benar-benar tidak tahu sedikit pun tentang apa yang dialami oleh Jupiter tentang masalah apa dan juga di mana dia tinggal saat ini, Bagaimana keadaannya membuat Venus benar-benar merasa jika kepalanya berdenyut hanya karena memikirkan laki-laki yang Bahkan bersikap kejam pada nya.
Venus kemudian menghembuskan nafas panjangnya berharap jika Marina tidak akan menanyakan hal apapun lagi tentang Jupiter karena Venus tidak akan bisa untuk menjawabnya
"Apa kau tidak merasa mempunyai salah padanya?" Tanya Marina kembali yang sepertinya belum puas tentang pertanyaannya dengan yang namanya Jupiter membuat Venus hanya bisa menghembuskan nafas lelahnya
"Aku tidak tahu Bu bahkan alasan kepergian dia alasan kenapa dia tidak memberitahukan tempat dia tinggal saat ini, bahkan tidak memberikan ku nomor ponsel barunya Aku tidak tahu alasan yang sebenarnya, dan dia memberikan salam perpisahan yang begitu kejam "ucap Venus membuat Marina kembali menatap ke arah Venus
" Ibu tidak yakin dia bisa bersikap kejam kepadamu " ucap Marina yang terlihat seperti ragu membuat Venus berdecak dengan kesal karena di mata Marina Jupiter adalah pemuda yang sangat dibanggakan oleh Marina bahkan Marina pernah mengatakan bahwa dia ingin mempunyai anak laki-laki seperti Jupiter meskipun saat ini sudah sangat terlambat karena Venus tidak ingin mempunyai adik lagi
" itu karena Ibu tidak melihat bagaimana dia pergi begitu saja tanpa menoleh ke belakang untuk Melambaikan tangannya dan tersenyum hangat kepadaku hanya sekedar mengucapkan selamat tinggal, aku hanya bisa menatap punggung tegaknya yang seolah Tegar dan juga kuat meninggalkanku dan juga kenangan kami padahal aku sudah memperlakukannya seperti adikku satu-satunya yang aku sayangi Bahkan dia mengatakan bahwa tidak akan Datang ke resepsi ku Dia benar-benar sangat menyebalkan " ucap Venus yang terdengar seperti sebuah gerutuan ditelinga Marina membuat Marina kembali berbalik menatap kearah anaknya tersebut
"yang membuatmu merasa sebal itu karena dia tidak akan Datang ke resepsi pernikahanmu atau karena dia tidak memberikan salam perpisahan yang kau inginkan?" Tanya Marina membuat Venus terdiam
"sepertinya keduanya dia benar-benar bersikap menyebalkan" ucapan Venus kembali membuat Marina menarik sudut bibirnya, Marina tahu bagaimana kedekatan antara Venus dan juga Jupiter sedari kecil dan juga bagaimana Jupiter bergantung kepada anaknya tersebut Namun Marina juga tidak memungkiri tatapan Jupiter yang lambat laun berubah menatap putrinya tersebut ketika mereka sudah beranjak dewasa Marina tahu bahwa Jupiter tidak lagi menganggap Venus sebagai seorang kakak dimata nya namun Marina tidak bisa berbicara berterus terang kepada Jupiter karena apapun yang Jupiter rasakan bagaimana itu adalah haknya dan Entah kenapa Marina sepertinya tahu alasan Jupiter pindah dari kota ini bukan hanya kecewa karena keputusan Venus dan juga tentang pengalihan pekerjaannya apa mungkin dirinya benar-benar merasa hancur mendengar Venus akan menikah dengan Galaxy itulah yang pikiran yang mungkin Marina pikirkan saat ini tentang bagaimana perasaan Jupiter, padahal Marina ingin sekali bertemu dengan Jupiter satu kali saja sebelum Jupiter benar-benar meninggalkan kota ini hanya untuk memberikannya semangat dan juga mengatakan bahwa Marina akan tetap menganggapnya sebagai seorang anak karena dimata Marina Jupiter adalah pemuda yang baik tentu saja tidak bisa dibanding-bandingkan dengan Galaxy karena kedua Pemuda tersebut terlihat dua orang berbeda dengan karakter berbeda namun tetap memberikan kesan di hati Marina tapi sepertinya Jupiter malah memilih untuk menemui Venus ketimbang dirinya Tentu saja itu tidak bisa dipungkiri
“sudah, calon pengantin tidak boleh terlalu banyak mempunyai pikiran jika kau tidak ingin mempunyai kerutan di sudut Mata mu atau lingkar hitam di bawah mata mu" ucap Marina membuat Venus langsung memutar bola matanya dengan malas
"yang membuatku menjadi banyak pikiran itu karena pertanyaan ibu, kenapa juga ibu harus menyinggung tentang Jupiter membuatku jadi terus memikirkannya aku jadi terus menerka-nerka Apakah kesalahan yang aku perbuat, apa benar-benar sebesar itu sampai dia seperti membenciku "ucap Venus membuat Marina hanya menarik sudut bibirnya saja
" ya itu sih terserah mu itu juga mungkin karma untuk mu karena sudah mengabaikan perasaan orang lain "ucap Marina dengan nada pelan membuat Venus langsung menatap punggung ibunya tersebut dengan tatapan tidak suka
" siapa juga yang mengabaikan perasaan nya selama ini Bahkan aku memperlakukannya sangat baik apa Ibu pernah melihat aku mengabaikan Jupiter selama ini? "Tanya Venus membuat Marina akhirnya kembali berbalik menatap ke arah putrinya tersebut yang sepertinya tidak mengerti dengan arti kalimat yang dia ucapkan namun Marina tidak bisa berkata apapun selain menghembuskan nafas panjangnya
"Ya kau benar, Lebih baik kau sekarang pulang dan bersiap-siap untuk istirahat” ucap Marina yang tidak mau berdebat terlalu panjang dengan Venus.