Anya memandang nanar ke arah berkas-berkas yang bercecer di mana-mana bahkan hingga ke dalam air kolam. Ia memungut satu per satu kertas laporan itu dengan bercucuran air mata. Sesekali ia berhenti untuk sekedar meluapkan rasa sebalnya pada Je dan menangis lebih kencang. Tapi ia terus memunguti kertas-kertas itu satu per satu. Tanpa Anya sadari, sesosok pria dengan pakaian jasnya, masuk ke dalam kolam ikan setelah menggulung celana dan melepas sepatunya. Anya lagi-lagi dibuat terkejut dengan kedatangan Jo yang kini membantunya memunguti kertas dari dalam kolam. Mengapa pria ini selalu ada saat Anya sedang membutuhkan penghiburan? “Ini berkasmu,” kata Jo seraya memberikan kertas-kertas basah itu pada Anya. Anya menerimanya dan mengucap terima kasih. Setelahnya Jo membel

