18. Manis dan Pahit

2453 Words

    Anya menyelesaikan makannya dengan cepat lalu segera beranjak dari kursinya. Jo mendongak, menatap Anya yang tergesa-gesa.        Anya bahkan sempat tersedak namun ia buru-buru makan. Jo terlihat kebingungan dengan Anya yang sangat terburu-buru. Kentara sekali ada wajah kuatir pada Anya.     Jo bahkan belum menyelesaikan makannnya saking fokusnya mengamati Anya yang terburu-buru.       “Aku kembali dulu. Kau tahu Kakakmu belum makan siang kan? Aku akan membelikannya makan siang. Lanjutkan makan siangmu. Bye, Jo!” Ucap Anya dengan nada kuatir dan mulut yang penuh makanan. Ia berlalu sambil membawa nampan makanannya yang separuhnya bahkan masih sisa dan mengembalikannya pada rak piring kosong.       Anya berjalan cepat dengan wajah bingungnya, meninggalkan Jo dan berlalu begitu saja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD