Slamet langsung menoleh dengan cepat ke Ari, seakan tidak percaya jika lelaki itu tidak mengetahui apa pun meski sekarang sedang menggeleng dengar wajah seriusnya, “kau ... sepul--- ah!” Slamet menghentikan kalimatnya sendiri, “duduklah, Nona Julia. Anda pasti kelelahan setelah berpacu dengan waktu.” Slamet tidak mau membuat kerumunan orang yang sedang bergumam seperti lebah itu, akan berpikir buruk tentangnya. Julia pun hanya tersenyum simpul dan duduk di tempat yang dipersilakan oleh tuan Slamet tadi. ~ “Tunggu!” Slamet menghentikan Julia yang hampir saja beranjak dari duduknya karena meeting baru saja selesai. “Kau dapat udang dari mana sebanyak itu?” Slamet memicingkan matanya, dia sangat yakin uang Julia tidak akan cukup meski sudah menguras habis bahkan isi jantungnya sekali pun.

