Julia berhenti sebentar di depan gerbang rumahnya saat pak satpam di sana membukakan gerbang dan tersenyum ke padanya, “paket dari siapa, Pak?” tanyanya yang sudah sangat penasaran. “Saya gak tanya, Bu. Cuma untuk non Kayla katanya, jadi saya langsung menerimanya tadi.” “Ya udah, makasih ya, Pak.” “Iya, Bu.” Julia pun memacu mobilnya lagi untuk menyusuri jalanan di ibu kota ini. Dia tidak mau terlambat menghadiri jamuan makan malam bersama dengan investor dari Malaysia itu, apa lagi acar diadakan di hotel miliknya, akan sangat tidak sopan jika Julia malah terlambat nanti. ~ Dengan gaun hitamnya yang berlengan panjang, namun memiliki potongan rendah di bagian belakang dan cukup sopan di bagian depan. Julia memilih duduk agak jauh dari investor itu karena cukup yakin, tuan Slamet pasti

