“Datang untuk mengguyurmu lagi dengan cairannya?” “Cairan apa, Tuan Slamet?” 'Deg.' Slamet dan Julia bersamaan menoleh ke sumber suara yang berjarak begitu dekat dengan mereka. “Selamat sore, Datuk. Anda datang lebih awal.” Julia berdiri dan mempersilakan seseorang yang baru bergabung itu untuk duduk di kursi sebelahnya. Slamet hanya tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk sambutan kecil tidak terduga itu. “Cairan apa, Tuan Slamet?” “Tidak. Julia hanya ketumpahan kopi beberapa hari yang lalu, aku hanya menanyakan kabarnya. Anda datang jam berapa semalam, Datuk?” Slamet sesekali melirik ke Julia agar mau bekerja sama dalam hal ini. Investor dari Malaysia itu pun menoleh ke Julia dengan cepat, “benarkah?” Julia mengangguk, “iya, dan saya memakai baju putih saat itu. Tapi semuanya s

