The Last weird || Bagian 33

2352 Words
Bagian 33 || Pundi-Pundi Bagian 1 ||Mobil yang sedang di kendarai oleh Logan berhenti di pengisian bensin, Xander yang masih tertidur mulai mengerjapkan matanya saat ada yang meniup-niup wajah nya dengan jahil. Ia membuka matanya dan terkejut saat Logan yang berada di depan wajah nya, dengan seringai yang menyebalkan. Ia menatap ke arah sebelah nya, Alice sudah tak lagi berada di samping nya.  "Alice lagi keluar!" seru Logan saat tau apa yang sedang dicari oleh Xander  "Dimana dia?" ujar Xander  "Tadi dia berada di sana!" tunjuk Logan sambil menunjuk ke arah pepohonan yang cukup rindang "Tapi, aku tidak melihat nya lagi di sana!" sambung Logan menutup selang pengisian bensin nya dan membayar biaya bensin yang ia pakai.  "Tangkap!"  Logan langsung menangkap sesuatu yang dilempar oleh Tristan, ia menatap botol soda beralkohol yang sekarang sudah berada di tangan nya "Yak, aku tidak tau kau juga pecinta soda ini. Alice tidak bisa melihat ini. Bisa-bisa kita dimarahi lagi oleh Nya!" kekeh Logan segera membuka penutup soda itu dan meneguk nya.  "Dimana gadis itu? Aku tidak melihat-Nya beberapa menit yang lalu!" seru Tristan duduk di sebelah Xander sambil menawarkan soda yang tentu saja ditolak oleh Xander. Bukan karena takut dimarahi Alice, tapi Xander memang tidak suka minum soda beralkohol seperti yang sedang berada di depan nya saat ini. Ia lebih baik minum soda yang  tidak beralkohol. Semacam Sprite atau Coca-Cola.  "Coba hubungi dia!" Seru Xander mulai panik  "Sudah aku coba, namun handphonenya tidak aktif" seru Logan  Xander segera berdiri, ia menahan nafas nya. "Kita berada di wilayah mana?" ujar nya menatap Tristan yang juga ikut berdiri  "Kita berada di wilayah 'the Forest'. Sejauh yang aku tau wIlayah ini aman-aman saja dan tidak pernah ada yang mencurigakan di sini!" jawab Tristan namun seperti merasa ada sesuatu yang terlupakan oleh nya. Ia menggelengkan kepala nya saat Xander lagi-lagi berbicara dengan nada tinggi. "Lalu, dimana Alice? Aku rasa wilayah ini tidak aman jika kita berada di sini, terlebih kita membawa Alice bersama dengan kita. Mustahil wilayah ini akan aman-aman saja!"  "Ck, baiklah kalau begitu. Aku dan Logan akan menuju ke arah barat, kau ke arah timur. Jika salah-satu dari kita sudah menemukan nya, segera hubungi lewat ponsel saja. Aku sudah membagikan ruang chat kita, tanpa sinyal pun kita bisa berkomunikasi" seru Tristan  "Baik, namun jangan sampai ada yang terluka. Sebaik nya kita titip juga mobil ini pada pemilik toko itu!" guman Logan  "Bisa, tapi aku pergi lebih dulu saja. Kalungku bercahaya,aku rasa Alice sedang dalam bahaya sekarang!" ujar Xander saat kalung nya tiba-tiba bersinar.  Xander segera menuju ke arah Timur, sementara Logan dan Tristan menyusul dengan mengambil jalur Barat.  *** Alice menatap makhluk yang berada di depan nya, saat baru keluar dari mobil tadi. Alice memang sedikit menuju ke arah timur, lebih tepat nya berjalan ke arah bunga-bunga yang menarik perhatian nya. Namun entah kenapa, sesuatu yang lebih menarik daripada bunga itu membawanya kemari. Sebuah kupu-kupu besar dengan ukiran sayap yang hampir sama dengan ukiran sayap di dalam rumah Xander. Namun sayap kupu-kupu itu seperti ditumbuhi oleh tumbuhan yang hidup di atas nya.  Tangan Alice hendak terulur untuk menyentuh sayap kupu-kupu itu, namun ia refleks menghindar saat sebuah panah meluncur dari arah belakang nya. Mata Alice membulat saat menatap beberapa orang yang menunggang kuda sedang menatap ke arah nya sambil menodong nya dengan panah nya. Alice meneguk saliva nya dan segera berlari menjauh dari mereka.  "Itu dia, tangkap gadis itu!" teriak salah-satu dari mereka. Salah-satu dari pemimpin mereka menarik busur nya, membidik Alice yang masih berlari. Shut--Panah nya meleset, ia berdecak dengan kesal lalu kembali memacu kuda nya mengejar gadis di depan nya. "Kejar gadis itu!" teriak sosok lelaki itu.  'Alburack', sosok pemimpin para pasukan berkuda dan memanah itu terus berteriak dan memacu kuda nya. Sebenarnya suku itu sudah sering kedatangan manusia dari zaman modern, namun baru kali ini ia mendapati sosok gadis yang bisa melihat kupu-kupu mereka. Simbol leluhur mereka, tidak ada yang pernah melihat keberadaan nya bahkan diri nya sendiri. Karena itu lah mereka memutuskan untuk membawa gadis itu ke daerah mereka.  "Bawa gadis itu!" teriak Alburack  Alice terus berlari memasuki kawasan pepohonan yang semakin lebat, ia bahkan sudah tidak lagi merasakan sakit nya sayatan dari semak belukar yang ia lalui. Satu hal yang Alice inginkan  adalah 'selamat dari para mahluk aneh yang sedang mengejar nya'. Namun, saat berlari Brukk... brakkk.. -- Alice meringis ketika merasakan lututnya terluka saat membentur pohon yang ia tabrak. Alice berusaha untuk bangkit dan hendak berlari lagi, namun pasukan berkuda itu sudah mengepung nya lebih dulu. Kesadaran Alice juga semakin menipis saat terakhir mendengar bahwa ia harus di bawah. "Xander, selamat kan aku!" guman Alice sebelum akhirnya benar-benar menutup kedua matanya. Di lain sisi, Xander terus berlari memasuki hutan "Xander, selamat kan aku!" .  Xander tiba-tiba berhenti saat mendengar suara di pikirannya. Ia menatap sekeliling nya, taman yang indah. "Dia pasti melewati taman ini!" guman Xander lalu tiba-tiba merasakan jantungnya yang sakit.  "Alice !" teriak Xander tau bahwa sakit di hati nya pasti berhubungan dengan keberadaan gadis itu. Xander menatap sekeliling nya, ia hendak menuju ke arah timur, namun sebuah cahaya dari kunang-kunang yang berasal dari pepohonan membuat langkah Xander batal menuju timur. Ia mengikuti kunang-kunang itu dan semakin memasuki hutan itu. Xander lalu menunduk saat mendapati sebuah panah yang tertancap ke tanah, ia kembali menatap pohon yang juga ada panah.  "s**t, pasti ada yang menyerang nya!" seru Xander segera menghubungi Tristan dan Logan  ***  Tristan dan Logan memasuki wilayah danau, "Alice.. Kau dimana?" teriak Logan berharap Alice akan menjawab nya. Ia memang berusaha untuk tenang di hadapan Xander tadi, namun hati nya begitu khawatir karena tidak menemukan keberadaan gadis itu.  "Xander mendapati sebuah petunjuk, kita segera ke sana!"  Logan menatap Tristan, lalu mereka segera beranjak menuju Timur dengan berlari. Di perjalanan, Logan sempat menatap ada sebuah asap yang tidak jauh dari mereka. Langkah Logan dan Tristan berhenti setelah mendapati Xander yang sedang berteduh di bawah pohon sambil memegang d**a nya. Tristan segera menghampiri lelaki itu "Xander? Apa yang terjadi dengan mu?"  "Ahh, kalian sudah datang?" seru Xander sedikit terkejut lalu segera bangkit berdiri dari pohon yang tadi menjadi tempat nya bersandar.  "Apa yang kau dapat?"  "Kemari lah, aku melihat panah ini tertancap di tanah ini. Di sini, di pohon ini juga ada anak panah yang tertancap. Jika aku menganalisa, mereka memanah dari tempat yang cukup tinggi, aku rasa setinggi jika mereka menunggang kuda!" seru Xander menjelaskan posisi nya.  "Berkuda? Mengapa kau bisa menyimpulkan mereka berkuda?" tanya Logan  Tristan hanya diam saja, ia menatap arah yang dijelaskan oleh Xander dan itu masuk akal. Ia lalu mengambil panah itu, mengendus nya dan memejamkan mata nya. Namun tiba-tiba ia menatap Xander, "Aku rasa aku tau dimana Alice berada sekarang. Kemari, kita harus melewati jalur ini!" seru Tristan  Logan dan Xander mengangguk, mereka mengikuti Tristan yang semakin memasuki daerah hutan. Namun sesekali mereka berputar karena lelaki itu sudah tidak terlalu hafal lagi daerah ini. "Sebenarnya dimana Alice?" seru Xander  "Aku rasa penjelasanmu tadi sudah cukup bagus Xander, panah itu memang berasal dari suku 'Berkuda' yang sangat handal memanah. Mereka adalah suku yang mendiami wilayah ini, aku sepertinya juga pernah berkunjung ke sana. Mereka tidak pernah mengusik kita yang berasal dari kota atau dari daerah lain, namun hal ini sedikit berbeda. Aku tidak tahu mengapa mereka membawa Alice bersama dengan mereka!" jelas Tristan "Benarkah?" guman Logan  "'Alburack', nama pemimpin suku itu! Dia adalah pemuda gagah dengan sejuta hal yang berada di luar dugaan kita. Aku berharap kalian harus berhati-hati dengan nya nanti. Dia sering kali membunuh siapapun manusia lain yang mengusik kaum nya. Aku hanya berharap ada sosok yang melindungi Alice saat ini!"  Xander menarik nafas nya, hati nya saat ini semakin khawatir. Terlebih saat mendengar suara dari pikirannya tadi. Suara ketakutan Alice yang menjadi kelemahan nya. Ia tidak pernah sanggup menahan apapun jika Alice sudah berkata dengan rasa takut gadis itu.  **** Alburack menatap sosok gadis yang masih berada di dalam jeruji besi itu. Masih tidak sadarkan diri sejak mereka menangkap nya. Namun, hal yang paling membuat nya kebingungan adalah ketika kupu-kupu leluhur mereka tetap berada di dalam jeruji besi itu. Seolah ingin menjaga gadis itu agar tetap baik-baik saja. Bahkan, kupu-kupu leluhur mereka itu menyembuhkan luka yang tadi berada di lutut gadis itu. Namun tidak semua, ia masih melihat ada luka, tinggal beberapa lagi.  "Ketua, mengapa kupu-kupu leluhur kita bersama dengan gadis itu?"  Alburack menatap sosok tetua mereka, ia menggeleng saat pertanyaan itu tidak bisa dijawab.  "Ketua, ahhhh. Hormat saya tetua!"  Alburack dan sosok tetua itu menatap sosok lelaki remaja yang menghampiri mereka. "Apa yang butuhkan Juhey?" ujar Alburack  "Tempat nya sudah selesai Ketua, kita tinggal membawa buronan itu ke sana. Upacara pemenggalan kepala sudah di hadiri pada tetua juga. Mereka sudah menunggu kehadiran anda!"  Alburack menatap sosok itu lagi, "Apa kamu yakin akan melakukan ini Alburack? Leluhur saja bersama dengan dia, mustahil  bisa melawan para leluhur kita!" seru tetua itu. Ia menatap gadis itu dengan senyum nya, ternyata apa yang dikatakan rumor itu adalah sebuah fakta.  "Aku tetap akan menghukum nya karena dia dengan berani-berani nya menyentuh kupu-kupu itu! Jangan mencampuri urusan ku!" seru Alburack berjalan menuju lokasi itu  Sosok tetua itu menatap gadis itu, "Kau hanya cemburu Alburack, kau adalah pemimpin kami namun tidak sekalipun leluhur ini datang pada mu. Bahkan di dalam mimpimu sekali pun, dan kau ingin membunuh gadis dari Kota ini karena leluhur menunjukkan diri nya pada-Nya!Apa kau yakin dia yang menyentuh-Nya? atau malah leluhur itu yang ingin disentuh oleh gadis ini!"  Alburack yang mendengar itu menghentikan langkah nya, ia mengepalkan tangan nya dan segera berbalik. Ia menatap sosok tetua di depan nya sambil menghunuskan pedang nya pada leher tetua itu. Sosok tetua itu malah semakin memasang senyum nya, tidak merasa gentar dengan ancaman Alburack. "Sikapmu menunjukkan bahwa apa yang aku katakan tadi adalah sebuah kebenaran dari dalam dirimu. Lakukan saja sesukamu Alburack, aku tidak akan menghentikanmu untuk kali ini. Namun, aku tidak bisa melindungimu dari sosok yang mengawasi kita dari jauh. Sosok yang menjadi pemimpin kita!"  Alburack semakin mengepalkan tangan nya, namun ia menarik lagi pedangnya. Membunuh tetua adalah dosa yang paling menyedihkan bagi suku mereka. Terlebih dia adalah pimpinan dari kaum itu.  "Ada yang datang" Alburack segera berbalik, mendengar suara keras itu,ia langsung menatap tetua itu. "Siapa mereka??" seru nya menatap tetua itu dengan tajam  "kau akan tau jika kau pergi melihat nya!"  Alburack berdecih, ia meninggalkan tetua itu di sana dan segera berjalan ke luar. Ia lalu mendapati tiga sosok lelaki yang seperti nya juga sama dengan gadis itu. Namun, tatapan Alburack tertuju pada sosok lelaki yang berada di tengah.  "Tristan? Itu kau?" seru Alburack dengan antusias. Ia segera turun dari dari atas dan segera menyambut Tristan yang juga menyambut nya dengan baik  "Sudah lama tidak melihatmu Alburack dan semakin hari kau semakin berwibawa saja!"  Alburack tersenyum, ia memang tahu bahwa Tristan ke sini hanya karena gadis itu. Ia lalu menatap pemuda di sebelah lelaki itu, aura yang tajam dan sedikit lebih kuat dari gadis yang berada di dalam kandang nya tadi. Seketika ia sadar bahwa mereka berdua pasti terikat satu sama lain. Alburack menggelengkan kepala saat kembali menatap pemuda di samping kiri Tristan,mereka memiliki aura yang sama dan juga terhubung.  "ahh, saya Logan dan dia Xander!" seru Logan yang sadar dengan tatapan pemuda di depan nya itu  "Apa kalian datang karena gadis itu?" seru Alburack  "Ya, kami datang karena dia. Dimana dia!" seru Xander dengan nada yang tidak ada ramah-ramah nya.  "Dia bersalah dan dia menjadi sandera kami sekarang, aku sudah menyiapkan lokasi pemenggalan kepala nya saat ini. Kalian bahkan tidak bisa menghentikan nya, karena para tetua sudah berkumpul!"  Xander mengepalkan tangan nya "Katakan apa yang membuat nya bersalah, apa yang membuatmu menahan nya?" seru Xander hendak melangkah maju. Namun Tristan menahan Xander.  "Alburack, aku ingin bicara 4 mata dengan mu. Aku harap kau bisa mendengar kan aku untuk kali ini!" seru Tristan mengeluarkan aura  nya yang membuat Alburack langsung setuju  Xander dan Logan tinggal di tengah lapangan dengan tatapan para kaum itu yang tertuju pada mereka. Xander langsung bergegas berpencar dan berjalan ke arah belakang dari bangunan itu. Seketika itu juga ia langsung berlari dan menatap Alice yang terbaring di sebuah jeruji besi. Gadis itu bahkan belum sadarkan diri. Xander menaik turunkan d**a nya merasa ingin melenyapkan tempat ini detik ini juga. Amarah Xander naik saat luka di tangan gadis itu dan lutut nya yang mengeluarkan darah. Logan yang baru sampai segera mendekati Xander.  "Alice, dia di sini!" seru Logan membuat Xander hanya menatap lelaki itu.  "Ahh, apa kau terhubung dengan nya anak muda?"  Xander dan logan  berbalik dan mendapati sosok lelaki paruh baya yang menatap nya dengan senyum ramah nya.  "Siapa kau? Mengapa Alice berada di kandang besi ini!" Seru Xander, sementara Logan langsung beranjak pergi saat Tristan mengirimi Nya sebuah pesan. "Aku tetua di tempat ini nak.Kemarilah dan duduk bersama ku sebentar!"  Xander menatap Alice bergantian dengan sosok tetua itu. Ia lalu duduk bersama nya karena tidak jauh dari Alice.  "Dengar nak, gadis ini begitu istimewa. Dia bisa melihat kupu-kupu leluhur kami, bahkan kupu-kupu itu sekarang berada bersama dengan nya!"  Xander menatap kupu-kupu itu, namun ia tidak menemukan apa-apa bersama dengan Alice. Hanya gadis itu saja yang berada di dalam jeruji besi ini. "Aku tidak bisa melihat apa-apa!"  "Ya benar, karena kau bukan lah bagian dari suku kami nak. Namun dia bisa melihat nya, Alburack ingin membunuh gadis ini hanya karena rasa cemburu. Sebagai seorang pemimpin dari kaum ini, seharusnya leluhur kami menunjukkan diri pada nya. Namun, sampai sebelum gadis ini datang. Itu tidak pernah terjadi. Sebenarnya leluhur kami adalah sosok yang tidak berasal dari dunia ini. Aku hanya ingin mengatakan bahwa seperti nya gadis ini,kau dan aku rasa lelaki yang baru saja pergi itu. Kalian seperti nya sedang menjalani sebuah hukuman di bumi ini!"  Xander terdiam, "Apa maksud anda?"  "Kau harus melindungi nya nak. Dia paling banyak terhubung dengan mu daripada lelaki tadi. Apa kalian melewati jalur ini karena ingin pergi ke suatu tempat?"  "bagaimana anda tahu?"  "Lihat gadis itu nak, dia sudah hampir sadar!"  Xander segera berlari menuju Alice, ia sedikit menatap ke arah tetua tadi yang sudah tidak berada di tempat nya lagi. Namun Xander lebih mementingkan Alice sekarang, "Alice? Kau sudah sadar?" "Xander? Awas, di belakangmu" 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD