The Last Weird || Bagian 34

2396 Words
Bagian 34 || Misi yang malah menjadi duta shampoo || Xander segera berbalik dan menghindar dari anak panah yang hampir menusuk punggung nya. Alice manatap sosok lelaki yang mengepung Xander "Lari dari sini Xander, kau bisa bahaya!" teriak Alice  Xander menatap Alice, "Aku kesini karena mu, tidak mungkin semua usaha ku berakhir sia-sia seperti ini. Jika aku tidak bisa membawa mu keluar dari sini, lebih baik aku juga menjadi tawanan di sini!" seru Xander  "Dasar keras kepala, dimana Logan dan Tristan?" kesal Alice mengingat bahwa kedua lelaki itu tidak menunjukkan batang hidung nya. Alice sesekali meraba rambut nya dan menghela nafas-nya. Rambut nya masih panjang dan wangi.   "Logan tidak bersama ku karena Tristan memanggilnya tadi, sekarang aku tidak tahu dimana mereka!" ujar Xander yang merasa aneh ketika Alice masih mencium aroma rambut nya sendiri.  "shit...  dengar Xander, aku punya sebuah ide!" guman Alice  Setelah mendengar rencana dari Alice, Xander langsung berdiri dan menatap para pemuda yang sedang mengepung mereka berdua. Dengan anggukan dari Alice, Xander  tiba-tiba menghilang. Dan---Brukk... blash, Xander melakukan teleportasi nya dan menerjang lelaki yang tadi mengepung mereka. Xander berhasil menjatuhkan 4 orang sekaligus dan lanjut menghindar dari panah mereka. Alice menarik nafas nya dalam, ia memfokuskan perhatianNya pada semua lelaki yang sedang berusaha untuk memanah Xander. Nafasnya memburu, seiring dengan pepohonan di seberang Alice yang bergetar, dan  Brakk---Cetrakkkk...  Pohon-pohon itu langsung bergerak dan menjatuhkan para manusia berkuda yang tadi menyerang Xander. Semua yang tadi memegang kendali sudah berjatuhan karena Alice, namun Alice langsung jatuh lagi di dalam sel nya. Badan nya seketika lemas saat merasakan kekuatan nya tidak ada lagi. Xander segera berteleportasi lagi dan sudah berada di depan Alice. Ia meraih kunci yang tadi ia ambil dan membuka sel itu, ia mengangkat Alice yang sudah tidak memiliki tenaga lagi. Namun Alice masih merapikan rambut nya agar tidak terkena tanah.  Namun baru saja beberapa langkah ia berhasil membawa Alice, sebuah anak panah langsung tertancap tepat di depan kaki nya. Selangkah saja ia maju, maka anak panah itu akan menusuk pergelangan kaki nya. Alice yang sedang berada di dalam gendongan Xander menatap ke belakang, lalu seketika itu juga ia bertemu pandang dengan sosok yang juga menangkapnya dan membawanya kemari. Alice menatap pemuda itu dan seketika aroma busuk rambut lelaki itu terngiang-ngiang di dalam pikiran nya.  "Dengar, aku akan melakukan teleportasi Alice. Aku tidak tau bisa seberapa jauh, tapi aku bisa membawamu pergi!"  Alice menatap Xander yang berada di depan nya, ia menggeleng "Turunkan saja aku Xander, mereka hanya mengincar ku saja. Lebih baik kalian bisa selamat daripada harus seperti ini! Turunkan aku!"  "Tidak, aku tidak bisa membiarkanmu tertangkap oleh mereka. Lagi pula itu bukan salah mu, itu lain cerita nya!"  "Sudah lah nak, turuti saja permintaan gadis itu. Kalian memang tidak akan mungkin bisa lepas dari kejaran setan yang menguasai hati nya. Atasi ini dengan bersama, maka kalian bisa lepas dan bahkan mengubah hati nya yang gila akan kehormatan itu!"  Alice dan Xander menatap sosok tetua yang berjalan mendekati mereka. Xander menatap manik Alice dan menurunkan gadis itu, namun ia  tetap menggenggam lengan Alice. Ia tidak mau gadis itu terluka lagi, karena melihat luka Alice di lutut gadis itu saja sudah membuat nya menyalahkan diri nya.  Tatapan Xander juga tertuju pada Tristan yang sudah di ikat, tidak jauh dari mereka. Logan juga ditendang hingga lelaki tu berguling dari anak tangga dan berhenti di sebelah Tristan. Xander sedikit bingung.Tristan ternyata benar,bahwa pemimpin dari suku ini memiliki banyak tipu daya.  "Berikan gadis itu kepada ku, maka nyawa mu dan kedua temanmu ini akan kuampuni. Meskipun aku kenal dengan Tristan, namun dia ada di dalam kelompok kalian saat datang ke sini. Aku juga akan menghabisi nyawa nya lebih dulu!" kekeh Alburack menatap Tristan yang menatapnya tajam.  Beberapa jam yang lalu  Tristan mengikuti AlBuraq yang membawa nya menuju tenda pribadi nya. Ia duduk setelah lelaki itu mempersilahkan nya untuk duduk. "Apa yang ingin kau katakan pada ku?" seru Alburack masih berbaik hati.  "Lepaskan gadis itu Al, kami sedang dalam sebuah perjalanan menuju suatu tempat yang bahkan lebih berbahaya dari sini!"  Alburack yang sedang meneguk anggur nya menatap Tristan, "Dia tawanan ku dan aku berhak menahan nya di sini. Lagi pula dia yang lebih dulu memasuki wilayah ini tanpa izin dari ku, sudah sewajarnya jika ini terjadi!"  "Ayolah Al, aku memang kenal dengan mu. Aku juga pernah membantumu, apa kau sudah melupakan hal itu?" seru Tristan  Alburack lagi-lagi menatap Tristan dengan tajam, "Aku memberikan pilihan pada mu hanya karena kau pernah membantuku. Pertama, kau dan kedua lelaki yang kau bahwa itu bisa pergi meninggalkan camp ini dengan segera tapi tanpa gadis itu. Atau , kalian akan tewas bersama di tempat ini!"  "Kau hanya iri saja bukan? Aku tahu bahwa sebenarnya Alice tidak bersalah, namun karena leluhur mu saja yang mendatangi nya membuatmu benci pada gadis itu!"  "Sialan" seru Alburack mencekik leher Tristan dan membenturkan nya ke ding-ding. Tristan berusaha untuk meronta, namun ia tidak berdaya karena ia sadar betul bahwa camp Alburack ini adalah satu-satu nya camp yang tidak bisa dengan nya. Seolah ada aura lain yang melindungi nya. Tristan menatap AlBuraq dengan senyum miring nya, sengaja untuk memancing amarah dari lelaki di depan nya. "Ambil saja pedang mu Al dan bunuh aku, tapi aku tidak bisa lagi bertanggung jawab pada Erick jika dia akan membumihanguskan lokasi mu ini. Maaf untuk alasan itu, tapi aku adalah alasan mengapa tidak ada yang berani menghancurkan mu dan tempat ini!" kekeh Tristan mengatakan yang sebenarnya  Nafas Alburack memburu, Brukkk---Ia melempar Tristan sampai lelaki itu terlempar keluar dari camp nya. Ia berjalan ke luar, menginjak d**a lelaki itu. "Kita lihat saja siapa yang akan hancur Tristan!"  Brukkk---Prangkkkk Bunyi dentuman besar  membuat Alburack segera melepaskan injakan pada Tristan. Ia menatap pohon yang bergerak dari tempat nya dan menindih para anak buah nya yang sedang memanah seseorang. Anak buah nya langsung meninggal di tempat, "kau--siapa sebenarnya gadis itu Tristan? Dia bahkan bisa menggerakkan pohon itu!" takjub Alburack saat sadar bahwa kekuatan besar itu berasal dari gadis di dalam jeruji besi milik nya.  Alburack bahkan terkejut saat mengetahui bahwa lelaki dengan aura kuat itu bisa berpindah tempat. Itu--itu "Siapa mereka berdua?" seru Alburack sambil menginjak d**a Tristan lagi  "Itu lah mengapa aku berkata bahwa mereka istimewa Al, dan sekarang aku bahkan ingin membawa mereka menuju tempat Sebastian, pemimpin kaum Siren itu. Mereka bertiga sudah melalui hari yang berat, dan selalu di incar oleh para Jikininki  yang ingin memakan mereka. Setan yang dulu bersemayan di tempat ini!" seru Tristan lemah  Alburack terdiam, ia lalu membawa Tristan dan menuju kedua manusia yang hendak melarikan diri.  **** "Apa kita memang harus melepas mereka? Lihat saja, mereka bahkan sudah membuat kekacauan dalam hitungan detik" seru Alburack dipenuhi dengan amarah saat para tetua mereka malah meminta-Nya untuk melepas mereka.  "Mereka bukan tandingan mu nak, kau bahkan harus bersyukur bisa bertemu dengan mereka bertiga!" salah-satu dari 4 tetua yang sedang duduk di atas batu itu menatap satu-persatu dari para orang asing yang sedang berada di bawah mereka.  "Tidak!" teriak Alburack menatap para tetua itu dengan murka. Para kaum yang menatap Alburack seketika langsung berbisik-bisik. Membentak para tetua sama saja artinya bahwa pemimpin mereka ingin melakukan kudeta. Alburack langsung terdiam saat anak panah tertuju pada nya. Ia menatap para kaum nya yang juga tidak setuju dengan sikap nya.  "kau hanya cemburu nak, kau hanya ingin membalaskan dendam mu saat leluhur kita tidak mendatangi mu!"  "Diam!" bentak Alburack, ia langsung mengambil pedang nya dan mengacuhkan nya pada leher Alice yang terduduk dengan keadaan masih lemah. Xander hendak berontak, namun Alburack mengancam "Jika ada yang bergerak, maka leher gadis ini akan aku penggal di depan kalian semua!"  Alice menatap pemuda aneh itu dengan kesal, ia balas melotot pada Alburack yang juga sedang menatap nya. "Eh, bentar deh. Lo ngapain sih main gini-gini an? Gak lucu tau gak!" kesal Alice membuat semua yang ada di sana menatap gadis itu. Logan yang masih terluka saja menyempatkan untuk menatap Alice, bisa-bisa nya gadis itu masih menyempatkan untuk merepet.  "Bentar, lu tau kan HAM? Dasar sinting, mau main bunuh-bunuh aja lu, minggirin nih pedang lo anjrit!" kesal Alice yang malah mengundang gelak tawa dari Logan, Tristan menahan tawa nya sementara Xander hanya melongo.  Alice berdiri dengan susah payah karena tangan nya yang masih di ikat. Ia menatap Alburack, menatap kumis panjang yang kotor, Alice tebak kumis nya pasti sangat jarang dibersihkan. "Bentar yak tuan yang terhormat, lu tadi nyeret gue kesini hanya karna kupu-kupu yang lu bilang leluhur lu. Tadi sebenarnya gue gak mau banget datang ke sini, tapi gue gak sengaja lihat kupu-kupu itu. Asal lo tau yak, kupu-kupu kan suka bunga. Ya kan, lu tau kan?" seru Alice berapi-api.  Alburack menatap Alice yang malah balas membentak nya, ia hendak menghunuskan lagi pedang nya. Namun gadis di depan nya tiba-tiba lagi membentak nya "eh, lu kok malah mau ngancem gue lagi? Gue nanya sama lo, kupu-kupu itu suka yang harum kan?" bentak Alice dengan emosi yang sudah di ubun-ubun.  Alburack menatap Alice, "Iya, kupu-kupu suka yang harum! Lalu, apa hubungan nya?"  "Nah, asal lu tau ya. Bau badan lu tuh dah kayak bau mayat, tau gak sih lo. Kumis lu numbuh dan bau banget, gue rasa kupu-kupu nya gak datang karena lo gak mandi!" kesal Alice membuat Tristan malah ngakak melihat gadis ajaib seperti Alice.  "Apa menghina saya hah?" teriak Alburack hendak mengayunkan pedang nya  "Tidakkkk! hancur!" teriak Alice membuat pedang di tangan Alburack tiba-tiba hancur. Semua mata tertuju pada mereka, lebih tepat nya pada Alice yang sedang memejamkan mata nya sambil membuat tangan nya di depan leher nya. Alice tidak merasa sakit, ia lalu membuka mata nya dan malah menatap Alburack yang melotot terheran-heran pada nya.  "Sudah nak, aku rasa kau sudah menunjukkan siapa kalian sebenarnya. Lepaskan mereka!" seru semua tetua itu  Ikatan di tangan mereka terlepas, namun Alburack malah semakin menatap mereka dengan tajam. Rasa dendam nya begitu besar jika melihat mereka di lepaskan lagi-lagi. Alice yang menatap Alburack hanya menghela nafas nya, ia memang sudah terlalu kesal dengan alur yang menyebalkan ini. Sehingga ia kehilangan kata-kata formal nya saat berbicara. Ia mendekati Alburack yang menatap nya seperti musuh abadi.  "Dengar, aku minta maaf atas perkataan ku tadi. Tapi, jika kau membenci ku dan bahkan ingin membunuh ku hanya karena kupu-kupu itu, aku akan mempertanyakan siapa yang sebenarnya memilih mu sebagai pemimpin di sini. Aku rasa jawapan nya adalah mereka, semua rakyat yang berada di bawah sana. Mereka lah yang memilih mu bukan?" seru Alice  Alburack menatap semua rakyat nya yang sedang menatap nya, ia lalu menatap para tetua itu yang juga sedang memperhatikan mereka. Xander mendekati Alice, lalu menatap Alburack sedikit berbeda "Mereka lah yang memilih mu juga bukan?" tunjuk Xander pada tetua itu membuat Alburack lagi-lagi menatap para tetua mereka.  "ya, mereka yang memilihku sebagai pimpinan mereka!"  Alice tersenyum dan menatap Xander, "Apa kau tau arti nya Al? Mereka memilih mu karena mereka percaya kau bisa memimpin mereka ke arah yang lebih baik. Bahkan mereka tidak pernah mempermasalahkan apa kau bisa melihat leluhur mu itu atau tidak. Mereka tidak pernah mengatai mu ketika leluhur mu itu tidak pernah menunjukkan dirinya pada mu. Mereka memilih mu hanya karena kau adalah 'Alburack', sosok yang mereka percaya. Sosok yang sudah mereka yakini sejak dulu!" seru Xander membuat semua nya tiba-tiba terdiam. Logan yang tadi menatap mereka mendekati pemuda itu juga. "Sekarang lihat rakyatmu Al, lihat mereka, lihat senyum mereka!" ujar Alice "Itu adalah jawaban sejati yang selama ini kau cari, bahkan jika leluhur mu itu mengunjungi mu ketika kau sudah wangi. Jika kau tidak bisa membuat wanita itu tersenyum, jika kau tidak bisa membuat tetua mu itu bahagia. Untuk apa leluhur mu itu mengunjungi mu? Semua nya tergantung dari mu, kau sudah berada di atas, kau adalah pilihan mereka. Maka seharusnya kau tidak lagi terobsesi dengan harta. Seharusnya kau fokus pada mereka, pada senyum yang tidak bisa digantikan dengan hadirnya leluhur mu itu!" ujar Alice membuat dunia Alburack seketika tersadar bahwa selama ini ia memang menginginkan harta dan gila hormat.  "Kau adalah mereka Al, aku mungkin tidak kenal dengan kalian semua. Namun melihatmu masih memiliki mereka, mengingatkan ku bahwa dulu aku tidak memiliki siapa-siapa!" seru Xander  "Alice tidak tau siapa orang tua nya, dia tumbuh bersama ku sejak kecil.Namun kau punya orang tua dan keluarga yang selalu mendukung mu !" sambung Logan  Alburack terdiam, ia menatap orang-orang yang juga sedang menatap nya. Ia lalu menatap senyum ibu nya yang duduk di antara para warga nya itu. Ia bahkan sudah lupa kapan menyapa wanita paruh baya itu karena terlalu sibuk dengan misi egois nya. Air mata nya seketika mengalir, ia terisak di depan para warga nya. 'Menyesal', kata yang kali ini menggambarkan perasaannya.  "Aku salah, aku bukan lah pemimpin yang selama ini kalian inginkan. Aku tidak pantas berada di posisi ini, tapi untuk kedepannya. Aku akan memperbaiki hidupku dan kalian semua. Aku minta maaf untuk semua nya" seru Alburack membuat kerumunan itu tiba-tiba menjadi riuh. Mereka memberikan ucapan selamat pada-Nya.  "Antar lah mereka nak!" seru para tetua itu sambil menepuk bahu Alburack bergantian dengan Xander, Alice, Logan dan Tritan.  *** Alice, Xander dan Logan saling menatap, mereka sudah sampai dan  Alice tiba-tiba maju mendekati Alburack yang berada di depan pepohonan tidak jauh dari mereka "Heh, ini pakai lah. Ini adalah shampo anti ketombe dan anti kutu yang aku rasa cocok untuk mu. Kau harus wangi meski kau berada di hutan seperti ini, mungkin akan ada kupu-kupu yang menghinggapi mu karena memakai shampo ini. Karena sebelum kemari, aku juga mengenakan ini. Shampoo ini masih keluaran terbaru loh, jangan boros tapi hemat lah!" seru Alice menyerahkan sebotol shampoo bermerek 'Pantene' pada lelaki itu.  Logan yang tadi sudah menahan tawa nya langsung terbawa suasana dan malah kembali tertawa dengan keras, diikuti oleh Tristan.  Xander yang bahkan sangat jarang tersenyum kali ini benar-benar ikut menaikkan sudut bibir nya. Ia menarik Alice dan memegang tangan gadis itu.  Mereka akhirnya diantar menuju pom bensin dimana mobil mereka menganggur sejak tadi. Mereka memasuki mobil itu dan meninggalkan Alburack yang masih berada di dekat pom bensin itu. Mobil mereka sudah mulai berjalan, namun Alice yang duduk di depan bersama dengan Xander yang mengemudi membuka jendela kaca nya.  "Hey, jangan lupa mandi dan pakai shampoo itu. Saat aku kembali, rambutmu harus sudah kinclong dan berseri seperti rambut ku! Bye-bye!" teriak Alice lalu menutup jendela kaca mobil mereka "ahh, hari ini benar-benar melelahkan!" kekeh Alice  Ia lalu menatap Logan, Xander dan Tristan yang diam sambil menatap nya aneh "heh, ada apa?" seru Alice  "Apa kau duta shampo lain?" 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD