Bagian 35 ||Kembali dalam perjalanan||
Kali ini giliran Alice yang mengemudi kan mobil mereka, Xander duduk di depan sambil sesekali melirik ke belakang. Logan dan Tristan masih asik tertidur, ia memang tidur beberapa menit yang lalu. Namun ia tidak tega melihat Alice yang tidak memiliki teman bicara.
"Apa badanmu masih sakit?"
Alice menatap Xander, "Hanya lutut ku saja, lebih nya tidak. Tapi aku ingin mengatakan sesuatu!"
"Apa?"
"Dengar, sebenarnya sebelum kejadian itu. Aku sudah memimpikan bahwa akan ada sesuatu ketika kita melewati wilayah 'The Forest' ini. Sebenarnya, di dalam mimpi ku. Kupu-kupu itu adalah pelindung di wilayah mereka, jika pemimpin mereka tidak didatangi oleh kupu-kupu itu. Kemungkinan besar umur-Nya tidak akan lama"
"Jadi, kau sudah tau lebih dulu mengenai hal ini?"
"Tidak semua nya, tapi sebagian besar aku sudah memimpikan nya!" seru Alice
"Benar-benar mencurigakan. Tapi mengapa kau tidak memberitahukan kepada ku atau Logan hal ini lebih dulu?"
"Aku ingin mengatakan nya, tapi jika aku melakukan nya. Ini tidak akan seru!" kekeh Alice
Xander hanya menghela nafas nya, mereka lanjut fokus pada perjalanan mereka. Jalanan yang mereka lalui sudah hampir fajar menjelang, sinar matahari yang tampak dari ufuk barat mengalihkan perhatian Xander, "Ini sudah pagi, sisa perjalan kita tinggal beberapa hari lagi. Aku rasa setelah kita melewati satu wilayah lagi!" seru nya menatap Alice
"Kita sudah dimana?" Tanya Alice
"Kita sudah di wilayah 'Hutan pinus', kita harus lebih berhati-hati di daerah ini. Daerah ini terkenal sering terjadi hal mistis yang menyesatkan orang asing yang melewati nya!"
Alice menatap Tristan yang sudah terbangun dari kaca spion depan nya "Mistis? Hutan pinus? Apa itu sebab nya di sini banyak pohon pinus?" seru Alice
"Ya, itu sebab nya disini banyak pinus. Mengenai mistis itu--tidak ada yang pernah tau itu apa, tapi ketika aku lewat dari sini. Aku memang tidak pernah melihat mereka seperti apa, karena mereka tidak pernah menunjukkan diri pada makhluk seperti kami"!
"Lalu, apa mereka juga akan menghadang kita?" ujar Logan yang baru saja bangun. Ia takjub menatap pemandangan di luar kaca mobil mereka, mentari yang baru saja terbit diselang-selingi pohon mentari begitu memanjakan mata. Namun terasa sedikit lebih mistis dari yang seharusnya.
Tristan menatap lelaki itu, "Aku tidak tau, tapi kemungkinan besar mereka akan mengawasi kita. Mereka bahkan sudah melihat kita dari kejauhan!"
Alice menatap pohon-pohon pinus di sekitar jalan, Tristan ternyata benar. Ia juga bisa merasakan bahwa di sekitar pohon itu ada pergerakan. Xander menatap Alice, "Apa kau familiar dengan aura ini?" seru nya
"Apa ini aura dari teman mu itu?" seru Alice
"Ya, aku rasa ini adalah Olivier. Apa mereka memiliki mistis seperti ini?" guman Logan
Tristan diam, ia menatap Xander dengan kening berkerut "Bukan nya mereka bersekutu dengan kaum 'Vampire'?"
"Aku rasa ini bukan mereka, ada mahluk lain yang berada di sini. Lagi pula Oliver tidak bisa menginjakkan kaki nya melewati daerah perbatasan!" seru Xander mulai menganalisa lagi. Rasanya ia pernah merasakan aura ini. Sedikit familiar, membuat Xander segera membulatkan mata nya "Mereka Oliver, berarti dia tidak hanya bersekutu dengan kaum Vampire. Tapi juga dengan para makhluk mistis ini!" seru Xander
Alice menatap jalanan di depan mereka, ia tiba-tiba menghentikan mobil nya. "Alice? Ada apa? Mengapa tiba-tiba berhenti?" guman Logan menatap gadis itu
"Apa kalian tidak bisa melihat nya? Mereka membuat pengalih, ini bukan lah jalanan yang harus kita lalui. Kita salah memasuki jalan!" seru Alice yang baru saja menyadari bahwa jalanan yang mereka lalui ini semakin terasa mistis. Saat di perjalanan tadi, ia memang merasakan bahwa ada yang berbeda dengan belokan yang mereka masuki. Di dalam peta dan petunjuk tidak ada jalan berbelok, namun hanya jalan yang mereka lalui lah yang ada.
"Alice benar, aku juga baru menyadari bahwa kita salah!" guman Logan yang baru saja menerawang. Ternyata mereka sebenarnya semakin memasuki hutan, tidak ada jalan yang mereka lalui. "Kita tidak berada di jalan, ini adalah hutan tempat mereka!" seru Logan
"Apa kita masih bisa putar kepala? aku rasa kita bisa mengikuti jalur tadi!" seru Xander
Jalan itu tiba-tiba berubah menjadi hutan-hutan, membuat semua yang ada di dalam mobil itu terkejut. Xander menahan nafas nya, "Ada yang mendekat!" guman nya
Mereka menatap sosok lelaki berjubah yang berdiri di depan mereka, awal Nya hanya satu orang saja. Namun lama-kelamaan mereka membentuk sebuah kumpulan. "Xander, dia itu Oliver. Segera keluar dan cari tahu apa yang sedang di cari lelaki itu. Ingat untuk tidak pernah terpengaruh dengan ucapan Nya!" seru Tristan yang keluar lebih dulu dan berdiri di depan mobil mereka.
Xander mengangguk, ia menatap Alice "kau bisa keluar bersama ku atau Logan, tapi jika kau tidak yakin. Kau bisa tetap berada di dalam mobil ini bersama dengan Logan!"
"Tidak, aku akan ikut!" seru Alice
Xander menatap Alice "Alice, ini bukan lah situasi seperti melawan 'Alburack'. Namun ini berbeda, dia adalah Oliver. Awal nya aku kira dia sudah bergabung dengan kaum vampire, namun melihat dia berada di wilayah 'hutan Pinus' membuat ku berpikir yang lain!"
"Baiklah, aku bisa mengatasi nya!"
Mereka bertiga akhirnya keluar, menyusul Tristan yang sudah lebih dulu keluar. Tristan menatap Xander, "Mengapa mereka ikut? Dia bisa mengetahui aroma nya jika gadis itu keluar!"
"Tidak masalah, aku bisa mengatasi ini"
"Kau salah, dia hanya menginginkan Alice. Dia sengaja membawa kita kemari karena mencium aroma Alice!" seru Tristan "Namun tidak ada jalan untuk kembali, kita harus menghadapi nya"
shuttttttt...jleb
Tristan tiba-tiba jatuh ke-tanah saat sebuah benda tiba-tiba tertancap di punggung nya. "A-arghhh, kita masuk jebakan mereka. Lari lah, jangan sampai mereka membawa Alice!" teriak Tristan berusaha untuk mengambil benda tajam yang semakin menusuk d**a nya untuk tembus.
Xander menatap Alice yang tiba-tiba memegang d**a nya, "Alice, kau kenapa?"
"Jiwa ku--rasanya seperti ditarik!" seru Alice menaik turunkan d**a nya, nafas nya tinggal satu-satu membuat Xander semakin panik.
"Bawa mereka!" seru Oliver sambil terkekeh jahat
"Kau- mengapa kau melakukan ini Oliver?" teriak Xander
"Kenapa? Kau bertanya mengapa, karena aku menginginkan gadis yang berada bersama mu itu Xander.Aku membutuhkan nya untuk menyempurnakan kekuatan ku. Ahhh, tidak hanya dia saja, tapi kalian bertiga!" kekeh-Nya
"Lari Xander, lari!" seru Tristan dengan nada suara lemah
"Kau-- kau juga akan mati di tangan ku sialan! Benda itu sudah aku lumuri dengan darah yang membuatmu semakin lemah!" kekeh Oliver
Alice menahan nafas nya saat Tristan dengan perlahan mengeluarkan darah dari sekujur tubuh nya. Lelaki itu terus menatap Xander dan memaksa mereka agar pergi, Alice lalu menatap Logan yang tiba-tiba terjatuh. Tubuh lelaki itu tiba-tiba terbakar sebelah "Ahhhh!" teriak Alice saat tangan Logan terputus dari tubuh lelaki itu. "Logann" teriak Alice dengan air mata yang mengalir deras. Ia begitu syok sehingga tidak bisa menahan air matanya.
"Alice, lari lah!"
Ia mengalihkan perhatian nya, Xander yang berdiri di sebelah nya tiba-tiba terjatuh. Xander tidak terbakar seperti Logan yang hampir hangus, Xander dipenuhi dengan ulat-ulat yang sama dengan Tristan. Alice menggelengkan kepala nya, "Xander!!" teriak Alice
"Tidakkkk!" teriak Alice saat salah-satu bola mata Xander keluar dari tempat nya. Jatuh, menggelinding ke arah nya.
*****
"Hey, Alice! Bangun lah, Alice!" seru Xander berusaha untuk membangunkan Alice yang sejak tadi terus menangis dan memeluk lengan nya.
Logan dan Tristan yang duduk di depan menatap Alice, "Bangun kan dia Xander. Sebentar lagi kita akan memasuki hutan pinus. Di sana banyak mistis dan akan sangat berbahaya jika dia tertidur!" ujar Tristan
"Aku sudah mencoba nya!" ujar Xander
"Aliceeee..... bangun!" teriak Logan tiba-tiba menghentikan mobil yang sedang ia kemudikan. Logan menatap Tristan dan Xander saat mereka juga terkejut dengan pembesar suara dari ponsel nya.Namun ia langsung berbalik saat merasakan Alice sudah akan bangun.
Alice terkejut, ia tiba-tiba membuka kedua bola matanya. Ia lalu menatap Xander, Logan dan Tristan yang masih berada di dalam mobil. "Kalian? Kalian ini nyata?" isak Alice membingkai wajah Xander yang berada di depan nya
Logan tiba-tiba terdiam saat Alice memeluk Xander, ia menatap mereka dari kaca di depan nya. "Berikan dia air, aku rasa di sedang bermimpi buruk!" seru nya
Xander mengambil sebotol air putih dari jok belakang dan memberikan nya pada Alice yang masih terisak di dekapan nya. "Ini minumlah, apa kau bermimpi hal yang buruk lagi?" ujar Xander mengelus rambut panjang Alice.
Alice terdiam, ia menarik nafas nya saat merasakan tangan Xander yang mengelus rambut nya. Itu nyata dan membuat nya yakin bahwa tadi hanya lah mimpi saja. Alice melepaskan dekapan nya, ia mengambil air itu dan meminum nya. Ia juga mengambil tisu yang diberikan oleh Xander. Namun ia tiba-tiba mengingat suatu hal "Tunggu dulu, apa kita akan segera memasuki hutan pinus?" ujar Alice
"Kau tau dari mana?" ujar Tristan melirik Alice
"Logan, berhenti!" seru Alice tiba-tiba membuat Logan berhenti dan hampir menabrak pohon di seberang mereka.
Semua tatapan kali ini tertuju pada Alice yang masih sesekali sesenggukan, "Apa ini sudah akan memasuki perbatasan dengan hutan pinus?"
Tristan lagi-lagi menatap Alice, "ya, ini adalah perbatasan nya. Ada apa denganmu?Mengapa kau bisa tau hal ini? Apa kau sudah pernah datang kemari?" seru Tristan
"Logan, jangan ambil jalur itu,lihat lah lebih dulu peta nya. Apa ini memang jalan lurus?" seru Alice
Logan dan Xander saling melirik, ia lalu menatap peta dari ponsel nya. "Tidak, seharusnya ini tidak lurus, tapi berbelok!" ujar Logan yang baru saja sadar.
"Dengar kan aku, pakai kemampuanmu. Terawang lah apa yang ada di depan kita dan cari jalan sebenarnya." seru Alice panik
Xander menatap Alice, ia membawa tangan gadis itu "Jangan panik Alice, kau akan terlihat jelek saat panik!" seru Xander yang percaya bahwa Alice pasti sedang bermimpi sesuatu hal yang buruk
"Kau benar Alice, di depan kita ini adalah kuburan. Tepat 1 meter lagi, maka kita akan memasuki nya!" ujar Logan menatap Alice, mata putih nya menarik perhatian Tristan. Ia menatap Alice dan Xander yang sama-sekali tidak terkejut dengan warna mata Logan yang tiba-tiba berubah.
"Kami akan menjelaskan nya nanti saja. Sebaiknya kita fokus dulu!" seru Xander membuat Tristan sedikit percaya bahwa Logan bukan lah semacam setan.
"Itu, jalan nya--berada di sana!" Logan menunjuk sebuah pohon besar yang tidak jauh dari jalan mereka.
"Kita harus melewati nya, secepat nya Logan. Jika tidak,kita tidak bisa mendapatkan jalan nya lagi!" seru Alice
"Tunggu dulu, apa kalian gila? Jika kita menabrak pohon itu, kita akan mati. Kalian ini sungguh aneh"
"Jalankan saja mobil nya Logan.Dengar Tristan ada beberapa hal yang tidak kau ketahui mengenai kami dan ini juga berada di luar dugaan kami. Alice menangis di dalam mimpi nya, pasti karena ia memimpikan apa yang terjadi pada kita.Dan itu selalu benar!" seru Xander menenangkan Tristan yang hampir keluar dari mobil mereka.
"Bawa mobil nya Logan, jika fajar sudah muncul. Maka ilusi mereka semakin kuat, aku khawatir mereka akan terus menahan kita di sini atau malah membunuh kita semua!"
Tristan menatap Alice, lalu ia menatap Xander. "Baiklah, aku ikut dengan kalian!"
"Kalian bersiap?" seru Logan
"Ya!"
Logan memegang setir mobil dengan helaan nafas, ia mendorong pedal mobil nya dengan jemari kakinya dan mobil itu mulai bergerak dengan kecepatan penuh sesuai dengan aba-aba dari Alice. Tristan yang berada di depan menahan nafas nya saat jarak mereka dengan pohon besar itu tinggal beberapa saja. Logan menekan dan--- brum-- mobil mereka sedikit oleng saat melewati sesuatu seperti sihir. Mereka benar-benar menembus pohon besar itu bersamaan dengan sinar fajar dari depan mereka yang masuk melewati jendela kaca mereka.
Tristan menatap sekeliling dan mereka memang sudah berada di dalam jalan yang sebenarnya. Ia tiba-tiba baru sadar bahwa di perbatasan menuju lokasi hutan pinus ada sebuah patung malaikat. "Kita sudah berada di perbatasan!" seru Nya membuat tatapan tertuju pada nya "Aku baru ingat bahwa di perbatasan untuk memasuk hutan pinus akan ada 'patung malaikat' di sini!" seru nya
Alice, Logan dan Xander menatap patung yang bersinar itu karena terkenal mentari pagi hari. "Lihat lah, itu adalah hutan!" seru Logan menunjuk jalan yang ada tadi.
"Kau benar, sebenarnya apa yang kalian miliki hingga bisa tau akan hal ini? Aku juga tadi sadar bahwa mereka membuat nya dengan ilusi!"
"Aku memimpikan kita melewati jalan itu, namun saat itu aku lah yang menyetir mobil ini. Di mimpiku,aku melihat kita bertemu dengan laki-laki yang kalian panggil dengan 'Oliver'. Dia membunuh Tristan dengan darah yang kata nya akan membuatmu mati dengan ulat yang memakan mu, Logan mati terbakar dan Xander hancur!" seru Alice meneteskan air mata nya saat mengingat hal itu lagi
"Oliver? Sekarang aku tahu lelaki itu tidak bersama dengan kaum Vampire, tapi mereka seperti nya mengikuti kita sampai ke sini!" ujar Tristan
"Aku rasa dia ingin sesuatu dari kita!" seru Logan membuka kresek plastik yang membungkus roti nya. Semua tatapan tertuju pada nya, "Aku lapar sekali. Ini roti untuk sarapan, di perjalan tidak akan ada toko roti yang bisa kita dapatkan. Sebaiknya makan roti dengan s**u bisa menyelamatkan kita dari kelaparan!" seru Logan dengan tatapan tidak bersalah. Ia malah melahap roti nya dan meminum s**u nya di depan mereka semua.
Kriuk---kriukkkk
"Itu suara perut ku!" kekeh Alice
Mereka saling melihat lalu tertawa, Xander lalu mengambil semua makanan ringan yang dibawa oleh Logan. Memakan roti dengan s**u di pagi hari ternyata begitu nikmat. Logan kembali memajukan mobil mereka.
"Tapi, kemampuan apa yang kalian miliki itu?" seru Tristan saat mobil mereka mulai lagi berjalan.
"Aku bisa menerawang, seperti apa yang akan terjadi. Alice bisa telekinesis dan Xander teleportasi, aku rasa kau melihat nya saat terjebak di wilayah 'the forest' bukan?" seru Logan
"Tidak, aku tidak sempat melihat nya. Tapi aku akui bahwa kalian adalah manusia istimewa!"
Sementara Oliver tiba-tiba terjatuh, ia memegang d**a nya "ketua, apa yang terjadi dengan anda?" seru salah seorang dari bawahan nya.
"mereka berhasil melewati portal itu, dan menghancurkan-Nya!" seru Oliver merasakan dadanya yang begitu terasa sakit. Ia mengepalkan tangan nya, Bagaimana mungkin mereka bisa tahu bahwa jalan itu hanyalah ilusi? guman nya dalam hati.
"Pergi lah, dan tetap awasi mereka. Aku akan membunuh mereka semua!" seru Oliver berusaha untuk tetap tegar meskipun jantung nya terasa di copot.