Kini Briana sedang berjalan menuju ke belakang panggung, banyak panitia acara yang berdiri dan memberikannya tepukan tangan serta tanda selamat atas pencapaiannya. Hingga matanya melihat Calista juga ikut berdiri di ujung dekat toilet, ia menggertakkan giginya. Namun, ia kembali menguasai dirinya. “Selamat, Nyonya ...,” ucap Calista tidak disahuti sama sekali oleh Briana. Setelah semua panitia yang berada di lorong tersebut pergi meninggalkan mereka, Calista berjalan dua langkah mendekat kepada Briana. “Jika saja kau tetap menjadi ibu sambungku, sebagai siapa pun dirimu dan tidak membunuh papiku mungkin aku akan memaafkanmu, sekali pun kau membunuh mamiku. Tapi, karena kau sudah membunuh pria yang mencintaimu sepenuh hati, dan menghancurkan masa remaja serta mentalku, aku bersumpah di

