20. Seharusnya Tahu

1123 Words

Mendadak aku terbangun dari tidurku. Suara ponsel yang lupa ku-silent berbunyi nyaring. Nada dering ponsel yang terdengar berulang-ulang membuat kantukku hilang. Aku menggeram kesal, padahal pagi ini aku berniat akan bangun siang, setelah semalam memutari Yogya sampai hampir pagi bersama Laras. Memang tidak ada hal penting yang kami lakukan semalam. Hanya menyusuri jalan Yogya. Ngobrol di angkringan favorit di dekat kostku dulu dan curhat sampai telinga Laras sepertinya sudah kebal mendengar suaraku. Laras memang tidak mendesakku untuk bercerita. Seperti itulah dia. Aku jadi merasa tidak memiliki beban untuk harus jujur atau tidak. Tapi bukan Laras namanya kalau dia tidak berhasil memancing aku bercerita tentang maksud kedatanganku yang mendadak ke Yogya. Akhirnya Laras tahu tentang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD