Memeluk tubuh Anggini ketika tidur semalaman membuat kadar tidurnya terasa berkualitas. Meski semalam harus dia sempat merasa takut dengan mimpi buruk yang memengaruhinya hingga tak bisa tidur nyaman selama beberapa menit. Setelahnya Asta bisa benar-benar tenang setelah dipeluk layaknya anak kecil yang ingin bermanja ria. Posisi kepalanya saja berada diantara d**a dan perut sang istri. Begitu bangun Bramasta menatap pemandangan yang lucu karena d**a dan perut Anggi sama-sama menonjol. "Ta... udah bangun?" tanya Anggini memastikan. "Hm." Anggi mengusap rambut suaminya dengan elusan sayang. "Gimana, nih. Masa kamu yang malah manja gini, Ta." Pria itu semakin menyerukkan wajahnya di celah-celah nikmat itu. "Parfummu ganti?" "He-em. Ganti karena aroma yang kemarin bikin aku mual."

