Bagian 9

2635 Words

Anggini yang sampai rumah diikuti Bunin di belakangnya mendapat sambutan dari Asta tepat di depan pintu. Pria itu bersedekap tangan memandangi sang istri yang asyik melamun sembari jemarinya bergerak mengelus perut besarnya. Hal seperti itu agaknya mengganggu sekaligus menenangkan Asta, sebab lamunan istrinya tak bisa ia tebak dan elusan sayang Anggi pada perutnya menjelaskan bahwa wanita itu dalam keadaan tak sepenuhnya sadar saja sudah menaruh banyak perhatian pada anak mereka. "Bu—" "Aduh." Asta memegangi tubuh wanitanya saat Anggi sendiri sibuk dengan agenda mengaduh karena menabrak tubuh besar sang suami. "Makanya kalo jalan jangan sambil bengong, Sayang." Sadar jika tidak begitu memerhatikan sekitar, Anggini meringis sebagai balasannya pada Asta. "Mbak tolong bawa belanjaanny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD