48

1032 Words

Laki-laki itu muncul pertama kali di pagi yang terlihat biasa saja. Ayu sedang mengantar Kiano ke sekolah seperti biasa, mengenakan dress longgar karena perutnya yang semakin membesar. Wajahnya tampak lelah, tapi senyumnya tetap terukir saat Kiano melambaikan tangan sebelum masuk ke gerbang sekolah. Begitu Kiano menghilang di antara kerumunan anak-anak lain, Ayu menarik napas panjang dan berbalik menuju mobilnya. Namun langkahnya terhenti ketika seseorang berdiri terlalu dekat. “Mbak Ayu, ya?” Ayu terkejut dan refleks mundur setengah langkah. “Iya… Mas siapa?” Laki-laki itu tersenyum ramah, terlalu ramah untuk orang asing. Usianya sekitar awal tiga puluhan, berpakaian rapi, rambutnya tertata, seolah-olah ia memang sengaja ingin terlihat meyakinkan. “Kenalin, saya Raka. Temannya Pak He

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD