Chapter 10. Suara Hati Sadewa 4

1073 Words

POV SADEWA Malam sudah lewat jauh. Lampu kamar tamu hanya menyisakan temaram kekuningan dari bohlam kecil di pojok ruangan. Lucien sudah terlelap di ranjang, dengkurnya halus tapi tetap terdengar. Aku sendiri belum benar-benar tertidur. Entah karena kopi yang kuminum di rumah sakit tadi, atau karena pikiranku belum bisa tenang setelah semua kejadian hari ini. Berita kecelakaan yang korbannya kupikir itu Selina, ternyata saudaranya, semuanya masih berputar di kepala. Lalu tiba-tiba, perut bagian bawahku memberi sinyal tak sopan, lebih tepatnya aku kebelet pipis. Aku beringsut pelan, takut membangunkan Lucien. Tanpa berpikir panjang, aku berjalan ke arah kamarku, tempat yang paling kukenali di rumah ini, bahkan dalam gelap. Semua langkah terasa otomatis. Aku membuka pintu, berjalan masu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD