Chapter 9. Suara Hati Selina 4B

1343 Words

POV SELINA Kami melangkah keluar bersama dari ruang rawat inap Crystal. Udara malam di luar rumah sakit terasa dingin banget sampai menusuk tulang, meski aku sudah memakai jaketnya Mas Dewa. Saat Ko Lucien menekan remote mobilnya, aku menahan lengannya sambi berkata, “Ko ... aku mau naik motor aja sama Mas Dewa.” Mata Ko Lucien tampak melotot. “Kamu gila? Udara dingin gini, Mei! Mending kamu naik mobil aja sama aku!” Aku menggeleng kuat-kuat sambil melirik ke arah Mas Dewa yang sedang memutar kunci motornya. “Aku nggak mau. Aku mau naik motor sama Mas Dewa aja, Ko.” Mas Dewa mendengus pelan. “Kamu yakin? Tapi nanti kamu bisa kedinginan, loh.” “Yakin banget.” Aku tersenyum lebar. “Aku kan udah pake jaketmu, Mas. Tapi, kalau nanti aku masih ngerasain dingin, aku mau peluk pinggang Ma

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD