Terbakar Amarah

1173 Words

H-3 pernikahan Max dan Ariana .... Max menatap taburan bintang dari balkon kamarnya. Dia sendirian dan hanya ditemani secangkir kopi hitam dan sebatang rokok favoritnya. "Hanna ...." gumamnya. Tiba-tiba ia mengingat Hanna. Sudah hampir dua minggu Max mengabaikan Hanna. Bahkan Max tak tahu kalau Hanna sebenarnya sudah pergi dari rumahnya. "Gimana ya kabarnya, sudah lama gue gak memperhatikan dia sama sekali!" gumamnya lalu ia tarik ponsel yang sejak tadi terletak di atas meja. Dia cari nomor perempuan yang dia beri nama 'harta karun tersembunyi' itu. Scroll scroll dan akhirnya dia temukan nomor itu dan dia tekan ikon 'call'. 'Maaf, nomor yang Anda hubungi tidak dapat dihubungi, silakan tinggalkan pesan setelah nada ....' Beeep. Seketika Max mengerutkan dahi lebarnya. Max tak men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD