Di satu malam, Julian dan Max duduk bersama di sebuah bar. Mereka menikmati sajian minuman terbaik favorit mereka. Beberapa Night Club Ladies mencoba mendekati dan menawarkan jasa walau untuk sekedar sebagai penuang minuman dalam gelas, tapi Julian mau pun Max sama sekali tak tertarik. "Sebaiknya lo lepaskan Hanna!" kata Julian tanpa aba-aba. Sontak Max menoleh dengan mata yang sudah setengah teler itu. Max terkejut dengan pernyataan Julian yang menyebut nama Hanna. "Apa maksud lo?" "Jangan jebak dia dalam permainan lo ini, Max! Kalau lo gak bisa mencintai dia dengan tulus, dengan sepenuh hati, Biarkan dia pergi! Biarkan dia memilih takdirnya sendiri!" jelaskan Julian berharap Max mengerti dengan maksudnya. "Lo peduli sama dia?" tanya Max dengan nada sarkas. "Gue kasihan sama d

