Aku senang mendengar apa yang Dira katakan dan apa yang ia lakukan. Aku tak tahu apakah ia berbohong atau jujur, dalamnya hati manusia siapa yang tahu. Namun setelah melihatnya marah pada Dista tadi, aku pikir Dira memang sedang berusaha melupakan Dista. Dira pasti kecewa karena Dista memiliki hubungan dengan pria lain, sementara Dira sendiri hanyalah orang ketiga dalam rumah tangga Dista. "Mas lihat itu?" tanyaku ke Dira sambil menunjuk sertifikat-sertifikat yang Pak Bima beri untukku yang masih tergeletak di meja. Aku sengaja menunjukkan sertifikat-sertifikat itu pada Dira agar ia tahu kalau aku sudah menyiapkan bekalku jika kami bercerai nanti. "Apa itu?" tanya Dira yang kemudian mengambil dan membuka sertifikat itu. "Sertifikat kebunku, ayah yang beri ke aku mas." akuku, Dira tamp

