Lelah dan berujung pada duka, itulah akhir kisah dari mereka yang menjadikan keridhaan manusia sebagai obsesi hidupnya. Berserah diri atas takdir, ikhlas. Tapi apakah hidupnya akan berakhir seperti ini saja? Bulir-bulir air mata kembali berjatuhan. Cekung hitam di kelopak mata Nobelia terlihat mengerikan. Nampak amat lirih dan menggetir di ujung senja yang menerobos teralis jendela. Berkas-berkas sinarnya membangkitkan kerinduan Nobelia akan wangi udara bebas. Allah, berapa lama lagi ia akan bertahan dalam sel ini? Pandangan gadis itu berkunang, makanan basi di atas piring seng terbengkalai. Rasa laparnya tak sebanding dengan kebutuhan mensuci diri. Nobelia ingin membasuh wajahnya memakai air bersih. Parasnya terasa kumul, dan beranikah ia menghadap Allah dalam keadaan yang kurang pantas?

