Yang namanya mengikhlaskan itu mudah di ucapkan namun sulit sekali diterapkan. Hati selalu saja menolak bahkan tak terima dengan apa yang telah terjadi. Hira masih saja terdiam menatap orang-orang di depannya. Seminggu pasca kematian Barata, Hira masih saja merasakan duka yang amat dalam. "Ini undangannya taruh mana nduk?" tanya Kencana dengan nada tak tega pada Hira yang hanya terdiam dengan wajahnya yang datar. Sementara Damar hanya bisa menatap sang putri dengan tatapan khas seorang ayah yang tersakiti melihat putrinya terluka. "Taruh di gudang aja mah, kalau ada tukang loak, jual aja nggak papa." Jawab Hira tenang. Pagi tadi pihak percetakan datang mengantarkan undangan yang di pesan Hira yang berjumlah kurang lebih 1000. Hira hendak membatalkan pesanan tetapi ternyata sudah naik c

