Hira tiba-tiba terbangun ketika azan subuh. Biasanya gadis itu bangun pukul lima pagi, tetapi pagi ini tiba-tiba subuh ia sudah terbangun. Lantas ia menunaikan kewajibannya. Ia rencananya ingin membuat nasi goreng untuk sarapan. Tetapi ketika hendak memasak, tiba-tiba ia di telpon oleh adik Barata. "Iya ada apa Rin?" tanya Hira pada Rindang, adik Barata, tak biasanya Rindang ini menelpon dirinya. "Mbak bisa pulang ke Semarang nggak sekarang? ada urusan penting." "Urusan apa Rin?" "Udah mbak pulang aja dulu, nggak bisa di jelasin lewat telepon." "Tapi mbak belum izin Rin. Gimana?" Hira bingung sebab tiba-tiba ada urusan mendadak begini. "Mbak, tolong ya?" "Iya mbak usahain cepet. Eh kok suaramu serak begitu? kenapa?" Rindang sedikit terkekeh di sana, "nggak papa kok mbak, lagi musim

