17-15

1235 Words

Acara ultah yang seharusnya digelar dengan begitu meriah dan penuh canda-tawa, berubah drastis. Sepi kayak kuburan. Cuma karena seorang Naufal semua jadi berantakan. Nggak ada yang namanya barbeque-an kayak rencana semula. Toh yang punya gawe dan ide, Atha dan Genk anak-anaknya, kayak yang pada murung dan sedih gitu. Atha dan Bi Ninuk sedang di dapur. Azril mendekam di kamarnya sambil menyetel musik favoritnya yang nggak juntrung kedengarannya. Dan Alee berkutat di kamarnya entah lagi ngapain. Ponsel Alee bergetar. Menampilkan nama Om sayang. Dia menarik napas lalu diembuskan, nggak peduli,  duduk sambil mandang ke luar jendela. Berulang Naufal menghubunginya. Alee menatap layar ponselnya. Reject? Jangan? Blokir? Jangan? Hapus? Jangan? "Ya?" Terdengar embusan napas lega dari sebran

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD