Atas permintaan Kalina Syukuran diadakan 2 bulan setelah keduanya resmi menikah. Dengan semangat wanita muda itu mengatur halaman belakang rumah Adam yang luas untuk pesta kebun yang telah dia serta Eka rancang beberapa hari yang lalu. “ Istrirahatlah kalau kamu Lelah.” Suara itu hinggap di telinga Kalina. “ Tidak Lelah sama sekali, lagipula mana bisa pengangguran sepertiku kelelahan. Memang apa yang kukerjakan?” “ Ada. Tidakkah kamu ingat setiap malam kamu bekerja padaku?” “ Ish! Sana pergi!” wajah itu memerah malu. “ Kenapa malu. Bukannya waktu di Bali waktu itu kamu tidak punya malu.” Alis itu naik turun menggoda. “ Mas!” jeritnya jengkel, dengan semangat dia memukuli pria itu dengan kepalan tangannya. “ Maaf!” suara itu membuat keduanya berhenti saling menggoda. Pandangan kedu

