Kalina langsung membuka matanya dengan lebar, dengan perlahan matanya melirik lengan kekar yang membelit perutnya. Tubuhnya makin meremang takala desah nafas lembut dari sang teman tidur berhembus di ceruk lehernya. Wanita muda itu menelan ludahnya kasar. Jantungnya berdegup kencang apalagi mengingat tidak ada kain penutup sedikitpun yang membalut tubuhnya di balik selimut tebal yang hangat itu. Meskipun sudah hampir seminggu keduanya menikah, tapi Kalina masih belum terbiasa dengan situasi ini. “ Morning.” Suara berat disertai geraman sexy itu membuat Kalina makin menengang. Dengan cepat pria itu membalik tubuh sang istri yang membelakanginya dan kembali mengurung tubuh kecil itu. “ Pagi.” Kalina meringis. Dan satu sentilan wanita itu dapatkan didahinya pagi ini. “ MAS!” teriaknya mel

