Chapter 11: ASTAGA NAGA TRALALA BONAR....
Hari ini adalah hari yang paling ditunggu anak kelas 10, karena apa? HARI INI TEST NYANYI BERJAMAAH DI GYMNASIUM SERBAGUNA! Untuk sesi pertama alias dari jam tujuh sampai jam sepuluhadalah sesi kelas 10 IPA 4, 10 IPA 7, 10 IPS 2 dan 10 IPS 3. Test terpaksa digabung karena sebentar lagi mau ulangan, jadi test ini harus selesai hari ini.
Test menyanyi ini lagunya enggak ditentukan, bebas. Karena sehari sebelum test anak-anak udah menyerahkan midi dari lagu yang akan dinyanyikan. Sistemnya siapa cepat dia nyanyi. Karena mereka berkumpul di Gymnasium yang luas banget ini, yang bernyanyi di depan berdiri bersama yang sang pengetes alias guru seni musik tercinta Bu Nining, ditemani oleh alumni ketua padus yang katanya sedang kosong, Raka Fadillah.
Kebetulan Hana, Ical, Imma dan Joel datang cukup awal. Walaupun bukan yang paling awal tapi seenggaknya mereka enggak datang terakhiran. Setelah mengisi absen, mereka duduk lesehan.
Sialnya Ical kedapatan bernyanyi pertama, maksudnya paling pertama dibanding ketiga temennya.
"Entah dimana? Dirimu berada
Hampa terasa hidupku tanpa dirimu
Apakah disana? Slalu rindukan aku
Seperti diriku yang slalu merindukanmu
Selalu merindukanmu."
Ical dengan suaranya pas-pasan membawakan lagu Hampa yang dipopulerkan oleh Ari Lasso. Tapi untungnya dia ini mengerti musik. Jadi walaupun suaranya b aja, tapi karena pas dengan midinya hasilnya enggak begitu memalukan.
Tapi tetap saja. "Kamu B, Ical. Latihan lagi," kata bu Nining setelah Ical selesai bernyanyi. Langsung menyebutkan nilainya kejam emang. "tapi lolos. Selanjutnya Imma kelas 10 Ipa 7."
Imma yang baru saja hampir tertidur langsung terbangun karena namanya disebut. Buru-buru berlari ke depan. "Hadir Bu."
"Yah ibu ingin mendengar suara cucu kesayangan pemilik sekolah kita ini," kata Bu Nining setengah berbisik agar enggak ketahuan murid lain kalau Imma cucu pemilik Sekolah.
Emang Imma sendiri meminta para guru merahasiakannya dari murid yang lain, karena dia sendiri enggak mau dianggap cucu pemilik sekolah berati orang yang paling disegani disini. Imma lebih suka menjadi murid biasa.
Imma menyanyikan lagu Fatin yang berjudul Aku Memilih Setia, dengan nada yang di turunkan 1 dari yang asli karena faktor suaranya yang rendah.
"Inilah akhirnya, harus aku kuakhiri
Sebelum cintamu semakin dalam
Maafkan diriku memilih setia
Walaupun ku tahu cintamu lebih besar darinya."
Hasilnya enggak jauh dari Ical karena yah mereka sama-sama bisa bermain musik tapi enggak suka bernyanyi, sadar suaranya b aja.
"Kamu dapat B, dan lolos. Selanjutnya Hana kelas 10 Ips 2."
Mendengar nama Hana dipanggil anak-anak pada heboh. Hana emang cukup terkenal—sebagai manusia yang serin dijulidin—walaupun dia pendiam. Hana terkenal karena dia doang yang dulu pas MPLS yang bisa mendapatkan tanda tangan anggota osis terdingin yang sekarang menjadi ketua osis, Hwang Arthur.
Selain karena itu, Hana famous karena wajahnya yang kata anak cowok sih bikin adem, fisiknya yang bagus padahal jarang olahraga, ga banyak tingkah, sederhana dan nilainya bagus terus.
Tapi dia bukan manusia yang setiap hari lokernya penuh dengan hadiah dari cowok, dm ajakan kencan dan rayuan gombal lainnya. Hana cukup dingin dan galak sama cowok-cowok, makannya enggak ada yang berani melakukan itu pada Hana. Jangan lupakan hatersnya Hana yang segunung juga, factor itu juga membuat cowok-cowok lebih senang memuji Hana dari belakang.
Tapi tetep aja ada oknum-oknum nekat yang suka ngisi loker Hana yang enggak pernh dikunci dengan barang-barang enggak penting. Hana enggak masalah sih, tapi kalo dpikir kasian juga orang yang naro hadiah di loker Hana sedangkan Hana suka lelaki lain.
"Wah anak favorit Ibu nih," kata Bu Nining sembari tersenyum. "semoga nilainya jangan B ya Han."
Hana mengangguk aja. Hana enggak banyak latihan untuk test ini, deg-degan juga enggak karena mata Hana itu minnya udah parah, jadi enggak tau siapa aja yang ngeliatnya, burem karena Hana lagi enggak pake kacamata. Sengaja sebenernya biar ga gugup. Hana mengangap didepannya cuman ada Ical dan Imma yang siap mentertawakannya dikala suaranya hancur.
"Memandang wajahmu cerah
Membuatku tersenyum senang
Indah dunia
Tentu saja kita pernah mengalami perbedaan
Kita lalui
Tapi aku merasa
Jatuh terlalu dalam cintamu
Ku tak akan berubah
Ku tak ingin kau pergi s'lamanya."
Banyak lelaki yang terpana mendengar suara Hana yang menyanyikan lagu Viera yang berjudul Bersamamu itu. Lagunya cocok dengan karakter suara Hana yang terdengar lembut, mirip penyanyi aslinya malah terdengar lebih bagus untuk beberapa orang.
Bahkan Joel juga sampai bengong, Hana menyangka Hana bisa bernyanyi seperti itu.
"Saat bersamamu kasih
Ku merasa bahagia dalam pelukmu." Hana berhenti bernyanyi, tepuk tangan untuknya terdengar lebih meriah dibanding yang lain.
Bu Nining juga betepuk tangan juga. "Nah gini dong, ada juga yang dapet A."
Hana cuman senyum sok manis. "Makasih bu." Padahal hatinya lagi bersombong ria.
"Selanjutnya Joel dari kelas 10 ips 2."
Joel bangun, kejadiannya hampir sama seperti Hana namun lebih heboh teriakan-teriakannya. Biasa lah cewek, populasi cewek disini banyak soalnya.
"Nyanyi lagu Korea?" tanya Bu Nining. Joel menggeleng. "Lagu barat Bu."
"Lagu apa?"
Namun sayangnya Joel keburu memutar midinya dan keburu bernyanyi.
"We don't talk anymore
We don't talk anymore
We don't talk anymore like we used to do
We don't laugh anymore
What was all of it for?
Ooh we don't talk anymore like we used to do
I just heard you found the one you been looking
You been looking for
I wish I would've known that wasn't me
Cuz even after all this time I still want you
Why I can't move on
Just the way you did so easily."
"WOAAAH JOEL CARLIII!"
"OPPAAA HUAAA, AKU MASIH MAU NGOMONG SAMA OPPAA!"
"OMAYGAD SUARANYAA."
"AKU MIMISAN KAWAN."
"AKU ENGGAK PEDULI KAWAN!"
"HAH?"
"HIHAH!"
“RASANYA SEPERTI ANDA MENJADI IRON MEN ALIAS MENINGGOY WOI!”
Yah emang efek Joel bernyanyi itu banyak sekali. Kalau ga menimbulakan mimisan menimbulkan kegilaan sesaat. Walaupun suaranya kedenger hampir kaya mendesah tapi cewek mah suka aja.
Hana sendiri agak kaget sih mendengar Joel bernyanyi seperti itu. Dikirain Joel enggak bisa nyanyi.
"Bagus ya Han," Imma nyenggol tangan Hana. "bisa dah ntar lu duet sama Joel."
"Aing matek anjir," balas Hana dibarengi kekehan. Yah emang pasti mati sih. Makin hari fans Joel makin banyak aja.
Apalagi ketika Joel selesai dan melakukan flying kiss dan wink maut. Dia membabat habis semua fansnya sehingga uks penuh oleh orang yang mimisan karena Joel. Gila emang.
Tapi Hana enggak, dia malah takut kalau ada yang tau dia serumah sama Joel.
Joel balik ke tempat duduknya dengan wajah yang ceria abis. Imma memujinya, jadi enggak salah dong kalo Joel ngarep Hana muji dia juga?
Cuman saying Hana diem aja, enggak ngomong sama sekali, bikin Joel overthingking aja. Ini tuh suara Joel yang jelek sampe Hana enggak ngomong apa-apa sama dia apa gimana?
Ayo lah, Joel cuman pengen Hana muji dia.
Karena setelah tes menyanyi jam kosong alias bebas tanpa pelajaran, Imma melakukan suatu ritual yang sebenarnya selalu dia lakukan ketika hari sabtu.
Yap, membuka loker Hana.
Hana emang banyak fansnya kan, cuman ga seganas fans ceweknya Ical. Fans cowok lebih suka ngedeketin Haan diem-diem dan sering banget ngasih hadiah dan di taro di lokernya Hana. Kenapa di loker? Karena loker Hana enggak pernah di kunci, kuncinya ilang. Ujung-ujungnya Hana enggak pernah naro barang di loker.
Lokernya tetep kerawat kok, kan Fanboynya Hana baik tetap ngerawat loker Hana. Bahkan depannya di tempelin bunga.
Joel sampai cengo melihatnya. Soalnya loker Hana mirip kaya tempat menaruh barang untuk orang yang udah meninggal. Sehingga dengan polosnya Joel berkata. "Hana kamu udah meninggal?"
Hana menepuk jidatnya, gusti gini amat hipotensis yang diambil Joel.
Imma say hay ke lalat alias gamau ngakuin Joel itu temennya
Ical mendadak goyang dumang, pura-pura ga kenal aja gitu ya sama Joel?
Terus mereka bertiga berseru. "ENGGAK LAH WOI!"
"Tapi di Korea tuh gitu."
"INI INDONESIA JOELL!"
Setelah perdebatan singkat itu Akhirnya Imma membuka lokernya Hana, karena yah disana pasti banyak... "COKLATTTTT!" udah dia mah kaya kerasukan pas ngebuka loker Hana yang rata-rata isinya coklat bunga sama surat.
"Han ayo buka suratnya di kelas aku," ajak Imma setelah mengambil coklatnya. Sementara Ical dan Hana membawa sisanya sampai akhirnya loker Hana bersih lagi.
Kumpulan loker emang berada di dekat kelas Imma, daripada jauh-jauh ke kelas Hana mendingan di kelas Imma aja. Toh lagian kelas Imma enggak banyak orang.
"Ayo buka suratnya," kata Ical. Sementara Hana dan Joel diam saja, melihat Imma yang membuka surat.
"Dari Delvecchio," Imma membuka surat yang pertama. Fans Hana yang berada di kelas Hana mendadak paranas tiris. Anjir. Udah di buka! Gawat! Gawat! Imma melanjutkan, "katanya 'Hana kamu sukanya makanan apa? Kalo mau nanti telpon aku aja, aku pasti masakin kok. Nomernya aja di bawah' gituu."
Hana memiringkan kepalanya. "Delvecchio siapa ya? Baru denger tuh?" katanya sembari menggaruk-garuk pipinya. Imma mengangkat bahu. "Enggak tau."
Ical yang baru saja kembali setelah mensetelgitar miliknya lalu mengatakan ide sesatnya. "Telpon coba. Ntar kita request makanan."
"Wih boleh juga tuh," Imma mengambil ponselnya. "Han sebutin Han."
"Kosong delapan dua satu dua, nol nol, tripple dua, kembar 9," ucap Hana menyebutksn nomer cantik dengan enggak niat.
Joel yang merasa ada kejangalan dalam menyebutkan angka-angka itu lantas bertanya. "Apa bedanya kosong sama nol?
"Yang bener itu nol, kosong itu bukan angka. Maklumi si Hana ini suka sesat," ucap Imma membetulkan setelah mencatat nomernya. Joel mengangguk dan Imma menelpon.
"Loud speakerin coba," ucap Ical. Imma menurutinya.
"Woah diangkat!" Ical memekik lalh menggoyangkan bahu Hana. Imma berseru pelan. "Hana ngomong Han."
"Halo?" kata Hana setengah malas.
"Halo, ini siapa?"
Joel tiba-tiba melihat keluar jendela. Kebetulan ada orang yang sedang menelpon juga dan itu laki-laki. Joel menurigainya jangan-jangan itu cowok yang sedang di telpon Hana.
"Ini kembaran Yoona SNSD," ucap Hana lagi.
Orang di telpon itu menyahut. "Hah? Siapa?"
"WAH HANA ITU ORANGNYA!" seru Joel dan Imma barengan, ternyata dua-duanya sama-sama memperhatikan cowok yang sedang melepon itu.
Cowok yang berada di luar itu menoleh ke dalam kelas mukanya syok berat. Menemukan Hana yang sedang tersenyum sembari melambaikan tangannya. Hana mengenalinya. "Hai Fernando Delvecchio. Kamu ternyata yang ngirim ini ya?" Hana ngangkat surat cinta ditangannya.
Anjir polos banget! KENAPA COBA MALAH KETAUAN MAMAH?!
Jelas aja cowok bernama Fernando itu langsung kabur karena malu berat. Sialan emang si Hana dan kawan-kawannya.
Imma mendesah kecewa. "Anak tata boga pas SMP ya? Jir padahal mau request makanan."
"Hana kenapa dia kabur?" Joel menatap wajah Hana dekat-dekat. Fans Hana yang sedari tadi cuman diam sekarang mulai kebakaran jenggot. Pengennya ngejauhin muka cowok so imut itu dari Hana. "padahal muka Hana enggak seram."
"Dia malu anjirt," jawab Ical sambil menarik ujung seragam Joel biar duduk tegak lagi. "jangan deket-deket, ga mau mati cepet kan?" wih ngancem dia. Atuttt.
Joel mengangguk cepat. Semua manusia emang takut mati sih. Wajar saja kalau Joel merinding setelah mendengar ucapan terakhir Ical.
Imma menarik surat yang lain dan membacakannya keras-keras juga, seperti tadi. "Hana, aku emang enggak romanis dan enggak semanis permen karet yang sering kamu makan."
Hana memotong ucapannya Imma. "Wah padahal gue seringnya makan tokenoi."
"Lanjut Im," Ical padahal mau maen gitar, tapi tetep kepo sama isi suratnya.
Seseorang yang ada di kelas ini tiba-tiba deg-degan. Hapal lah! Itu surat dari dia! Mampus! Mati aja lo.
Imma melanjutkan. "Tapi aku yakin suara dan lawakanku yang tak kalah dari Sule dapat membuatmu selalu bahagia. Jika kamu belum bahagia, kamu pasti belum mengenalku. Kalau kamu mau kenalan, coba tambahkan pin bbm ini. DB292A6E."
Hana berkomentar lagi. "Duh aku enggak pake bbm."
Cowok itu mendengarnya dan mendesah kecewa. Tiba-tiba saja Kresna—cowok berbadan akbar temen seklas Imma—beseru sambil nepuk cowok yang duduk disebelahnya. "LAH ARI ITU MAH PIN BBM ELU KAN? EH HAN NIH ORANGNYA NIH YANG KATANYA MAU KENALAN SAMA ELU!"
Imma ikutan berseru. "WAH ARI YANG PENDIEM, DEMI APA ARI KAMU SUKA SAMA BUTIRAN KORONG KAYA SI HANA?!"
Kuatkan dirimu wahai Ari!
Sebenarnya bukan cuma Ari sih, semua juga pasti bakalan kebagian dipermalukan oleh tiga serangkai yang ditambah seorang strangger bernama Joel Lee. Yah emang tradisi Imma ini selain menguntungkan juga menghibur karena tanpa mereka sadari fans Hana jiga terbully.
'Hana banyak yang suka ya,' batin Joel ketika memandang wajah Hana. 'iya sih dia cantik. Tapi sebentar, kenapa aku merasa enggak enak gini?’
Mana lagi pas diliat cowok yang suka sama Hana good looking semua. Itu fakta yang nyebelin buat diakuin Joel, tapi semoga aja enggak punya cowok yang dia suka.