cici di Lamar

1160 Words
Cici menatap xaverios dengan samar, hanya untuk melihat dia melepas mantelnya untuk di kenakan pada dirinya , memeluknya, dan kemudian membawanya pergi dari sini. ******************** Mobil xaverios melaju kencang kembali ke vila di pinggiran kota. Setiba nya di sana,xaverios menghempas cici ke tempat tidur besar dan empuk.. Mata xaverios tampak berbinar binar namun lagi lagi dia tak dapat menahan nafsu birahi nya,xaverios lalu melingkarkan lengannya di leher cici dan mencium bibir nya dengan penuh nafsu.. Tubuhnya masih seperti terbakar api, dan xaverios adalah satu-satunya mata air segar baginya. ''cici, tahukah kamu apa yang harus di lakukan?'' Tanya xaverios sedikit memerintah Dalam keadaan menikmati permainan Xaverios,cici bisa mendengar kan pertanyaan nya.. Tetapi saat ini, cici yang juga sudah di puncaknya menerima serangan demi serangan bibir xaverios dan tidak punya waktu untuk mengurus hal-hal tersebut. Cici hanya ingin memadu kasih dengan xaverios.. Begitu juga xaverios tak terlalu mengubris cici, karena baginya saat ini adalah menikmati badan cici. Mereka yang tadi nya posisi missionary kini berubah haluan menjadi 69 style.. Malam ini,cici berinisiatif untuk terus dekat dengan xaverios. Karena dia telah memuaskannya lagi dan lagi. Pada akhirnya, Cici merasa sangat kelelahan. Saat dia membuka matanya lagi, hari sudah mulai siang. Cici mengusap keningnya yang sakit, dan pemandangan tadi malam muncul di benaknya. Jadi tadi malam,xaverios menyelamatkannya? Dia menggigit bibir bawahnya, segera mengenakan pakaian dan keluar kamar. Begitu cici membuka pintu kamar, dia mendengar Stella menangis. ''xav, maafkan aku, aku benar-benar tidak menyangka hal seperti itu akan terjadi tadi malam...Aku sudah tahu sejak lama bahwa Nevaeh bukanlah orang baik. Itu semua salah ku. Tadi malam, aku tidak menjaga cici dengan baik dan membiarkannya dibawa pergi oleh orang-orang Nevaeh...'' "Nevaeh?" Cici menghampiri mereka selangkah demi selangkah dan bertanya ''Stella, apakah kamu berakting lagi? Bukankah kamu yang menuangkan obat untukku dan menyuruh orang mu membawa ku dengan paksa ke kamar pribadi tadi malam? Bagaimana mungkin kamu menyalah kan Nevaeh?'' ''Kak,kenapa kamu begitu tega menuduhku yang bukan bukan'' Stella menunjukkan wajahnya yang merah dan bengkak karena menangis, ''Aku dipukuli oleh mereka hingga babak belur demi menyelamatkanmu tadi malam Saya tahu kamu masih membenci ku karena aku tidak menyelamatkan mu, tetapi saya telah mencoba yang terbaik. Terlebih lagi, ada beberapa pengawal Caleb di antara orang-orang tadi malam. Mereka membencimu karena membunuh Caleb dan tentu saja tidak akan membiarkanmu pergi begitu saja.’' Mendengar nama Caleb, mata xaverios tiba-tiba terbelalak Melihat xaverios yang sudah siuman Stella menangis sejadi jadinya dan melanjutkan sandiwaranya, ''Kamu benar-benar membuat mereka marah karena menjebakku dengan video palsu dan mencoba membersihkan namamu. Mereka ingin membalas dendam padamu...'' Ujar stella ''Video palsu?'' Cici merasa sangat konyol mendengar penuturan stella,... ''Stella, kamu dan aku sama-sama tahu apakah video itu asli atau palsu.'' ''xaver, kamu harus percaya padaku kan? '' Stella berbalik badan melompat ke pelukan xaverios dan menangis. 'Video itu asli. Bukti lima tahun lalu memang benar.cici adalah pembunuh Caleb.'' Ujar stella yang semakin menuding cici ''Stella,mengapa kamu jadi menuduh ku? jika hati mu dapat berbicara kamu tak akan bisa lagi mengelak dari kenyataan ini" Balas cici geram dengan kemunafikan stela ''Diammmmmmm" Sebelum cici selesai berbicara, xaverios memotong ucapan nya dengan wajah pucat Xaverios memeluk Stella dan menatapnya dengan mata sayu. lalu berkata: ''cici, saya hanya ingin bukti. Jika tidak ada bukti, saya tidak akan percaya sepatah kata pun yang kamu ucapkan.'' "Bagaimana dengan Stella? Mengapa kamu percaya apa yang dia katakan' Dia sudah terlalu lama menyembunyikan semua kasus ini selama lima tahun terakhir." Balas cici sedikit meninggikan suaranya ''Dia mengatakan bahwa video itu asli? Dia bilang dia tidak menyalahkan ku? Mengapa kamu percaya semua yang dia katakan? Kenapa jadi seperti itu kalau dia bilang begitu?' Tutur cici lagi 'Karena aku mencintai dia.' Balas xaverios singkat Beberapa kata sederhana itu mampu membuat tubuh cici bergetar dan hatinya tiba-tiba terasa sakit. Dia pikir hatinya tidak akan sakit lagi untuk waktu yang lama, tetapi sekarang dia tahu bahwa sepuluh tahun kemudian, dia masih sangat mencintai xaverios.. Sekalipun jika xaverios mendorongnya ke neraka dan membuat ia sengsara,cici tetap tidak bisa melupakannya. Ha ha, sungguh konyol. 'Apakah ada pertanyaan?' Timpal xaverios menatap wajah pucat cicii. Tak ada jawaban dari cici, dia hanya tertegun di tempat ja berdiri saat ini.. Xaverios menyipitkan mata dan mencibir: 'Tidak ada pertanyaan, cukup bagus.' Dia mundur beberapa langkah lalu pergi bersama stella meninggal kan Cici sendiri... Cici benar benar terpukul dengan ucapan xaverios tadi, ditambah lagi dia begitu memanjakan stella.. Cick merosot kan tubuh nya ke lantai menatap kedua orang itu ya dengan air mata mengalir. Xaver, orang yang kamu cintai adalah Stella, kenapa kamu seolah olah memberi harapan kepada ku? Apakah hukuman lima tahun saja tidak cukup? Apakah dengan kematian ku baru kamu akan puas? Ujar cici berbicara sendiri Sayangnya, cici bukanlah pilihan nya.. Setelah beberapa lama, cici menyeka air matanya, ia mengeluarkan ponselnya dan mencari nombor xaverios . Bukankah dia menginginkan bukti? Cici berniat akan mengirim video itu kepada xaverios dan dia juga ingin menunjukkan kepadanya seperti apa sifat asli orng yang dia cintai! … …**************** Satu jam kemudian, cici di jemput untuk di bawa ke vila megah dengan Rolls-Royce hitam. Di bawah lampu gantung Eropa berwarna kuning cerah, seorang pria penuh pesona mulia dan jahat sedang menungu kedatangannya, menyipitkan matanya yang panjang dan sipit serta meludahkan cincin asap. Pria ini seperti anak bangsawan di komik. Dia memiliki wajah yang sangat tampan, keruh dan lembut, baik dan jahat, dan tidak dapat diprediksi. Nama pria itu adalah Mason. Sebulan yang lalu, cici melarikan diri dari rumah sakit jiwa dengan menyamar sebagai perawat. Dia bertemu dengan mason di gerbang rumah sakit jiwa. Waktu itu cici berpakaian compang-camping,mason telah membantu cici untuk keluar dari rumah sakit jiwa,dengan bermodalkan pisau untuk menodong para staf yang mencoba mendekat.. Biar bagaima pun Cici tahu bahwa pria ini sangat berbahaya dan dia akan mendatanginya jika itu memang pilihan terakhir. 'mason!! ' Cici menyapa dan berjalan ke arahnya berkata dengan lembut. ''cici, itu beneran kamu? '' Dia tersenyum dan sangat antusias terhadapnya. ''Kenapa kamu meneleponku? Apakah kamu merindukan aku?'' Tanya mason penasaran ''Aku ingin meminta bantuanmu." Balas cici berbicara dengan sedikit berbisik. ''Yah, katakan saja.'' Dia langsung setuju. ''Aku ingin semua bukti bahwa Stella membunuh Caleb.'' kata cici lngsung. Mendengar kata-kata cici,mason menyipitkan matanya dan tersenyum, ''Saya pikir kamu menginginkan uang.'' Ledek mason ''Sebenarnya aku kekurangan uang, tapi aku bisa hemat biaya jika datang kepadamu" Balas cici sambil tertawa Cici tahu bahwa orang seperti Mason tidak akan mudah memberi sedekah kepada siapa pun. Jika dia ingin mendapatkan keuntungan darinya, dia harus membayar harganya, itulah sebabnya cici tidak berani meneleponnya selama sebulan. 'cici, aku suka orang pintar sepertimu.'' Mason mendekati cici dan meniupkan cincin asap ke arah cicidengan wajah m***m. Mason mengaitkan bibirnya dan berkata, ''Aku bisa membantumu menemukan bukti bahwa Stella membunuh Caleb, tapi kamu harus berjanji padaku satu syarat.'' ''syarat apa?'' balas cici ingin tahu ''Menikahlah denganku.'' timpal mason lagi ''Apa?" Cici memandang mason dan masih tidak percaya degan syarat yang di minta nya ''Apakah kamu ingin menikahiku?'' Tanya mason sekali lagi.. Kali ini cici benar benar membeku,dia bingung kudu jawab piye
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD