dia adalah kebahagiaan dan bencana

1147 Words
Xaverios dengan kasar mengehentak kan mister p nya ke dalam miss v cici dan memukul pant** cici semakin keras hingga memerah. Wajah cici menjadi pucat karena kesakitan dan ia juga merasakan keringat dingin keluar.. tapi cici masih ingin mencoba tetap menikmati permainan ini,xaverios lalu memutar tubuh cici dengan menelentang kan tubuh seksi nya.. Permainan xaverios semakin kasar cici tahu bahwa xaverios akan mengeluarkan sper**, Setelah bermesraan, cici dan xaverios melemparkan badan mereka ke atas kasur.. Xaverios lalu bangkit dan mengenakan mantelnya lalu melemparkan uang senilai sepuluh juta rupiah pada cici.. ''aku akan memperlakukan mu seperti p3l4cur, seratus juta terlalu mahal Kamu tidak berharga.'' Tutur xaverios berlalu pergi meninggalkan cici setelah puas menikmati tubuh nya.. Cici tahu bahwa xaverios mempermalukannya dengan cara ini. Putri pertama keluarga Chi, yang dulunya berada jauh di atas, kini begitu terhina dan merendahkan diri demi sepuluh juta rupiah.. Namun cici tak mempedulikan itu, yang terpenting saat ini adalah dia bisa membiayai operasi kaki harun.. Cici lalu membungkuk untuk mengambil uang itu dengan perasaan gembira... "Apakah xaverios akan tetap melakukan ini dengan saya ke depan nya? Saya akan menjadi sangat baik dan siap dihubungi kapan pun xaverios menginginkan tubuh ku. Yang terpenting Saya dapat menerima sepuluh juta rupiah untuk sekali main" Gumam nya bicara sendiri Dari seratus juta menjadi sepuluh juta,xaverios sudah mengambil keputusan. beberapa hari Kemduian,xaverios datang datang kembali menemui cici.. Menyeret nya ke dalam bak mandi untuk di 3nt0d secara brutal, lalu memberinya sepuluh juta dan pergi. Xaverios benar-benar memperlakukan cici seperti seorang p*****r. Setiap hari cici selalu menantikan kedatangan xaverios setiap malam, karena hanya dengan cara inilah dia bisa menghasilkan uang. Cici juga merasa bahwa diri nya sudah begitu hina.. Di malam yang sudah di janjikan Namun xaverios tak kunjung datang,cici yang merasa kecewa karena gagal mendapatkan sepuluh juta dari xaverios lalu memutuskan duduk di kursi.. Tiba tiba telepon berdering,cici yang begitu senang berharap itu adalah pangilan dari xaverios,namun setelah di lihatnya ternyata pihak rumah sakit.. Setelah menerima panggilan telepon dari pihak rumah sakit,cici tidak bisa lagi duduk diam,. Karena bingung harus mencari uang kemana cici akhirnya memutuskan untuk kembali bekerja di bar tempat nya dulu., Ia lalu bersiap siap untuk pergi ke kota mencari Nevaeh dan melakukan sesuatu. (Setiba nya disana) Malam ini sangat ramai pengunjung yang datang,karena tak menemukan kursi untuk duduk akhir nya Cici berdiri di bar, menunggu Nevaeh tiba. "cici kakak ku" Saat itu, sebuah suara datang dari belakang. Cici tidak perlu menoleh ke belakang karena dia tahu itu adalah Stella. Stella mendatanginya selangkah demi selangkah dengan segelas anggur merah yang enak dan berkata ''Kebetulan sekali aku bertemu denganmu lagi di sini.'' "Yah, kebetulan saja.'' Cici menjawab acuh dengan wajah tanpa ekspresi. ''apakah kamu disini untuk menjadi pelayan bar lagi?'' Tanya stella lagi.. Karena semua orang sudah tahu keadaan nha jadi cici tidak perlu menyamar lagi. Sarkasme di matanya terlihat jelas. "apakah masalah bagimu jika aku memutuskan bekerja untuk menjad seorang pelayan bar atau bukan?'' Balas cici menyunging kan bibir nya. ''Stella, apakah kamu menyukai hadiah pernikahan yang kuberikan padamu?'' Timpal cici lagi Untuk sesaat, ekspresi mata stella berubah menjadi merah Stella bergegas ke depan dan menjambak rambut cici dan berteriak padanya: 'cici, kamu wanita yang kejam. Saya mengundang mu ke pernikahan ku dengan niat baik. Beraninya kamu menjebakku di depan banyak orang? Hari ini aku akan membunuhmu hari ini juga! Lihat apakah kamu masih berani ingin menghancurkan hubungan aku dan xaverios!' Setelah stella selesai berbicara,stella mengangkat gelas nya dan menuangkan anggur merah ke wajah cici . Tak terima di perlakukan seperti ini grace melayang kan tangan nya "Plak" Dia menampar wajah stella dengan keras. ''cici, beraninya kamu menamparku!'' Stella mengaduh kesakitan, menutup sebagian wajah nya yang sudah memerah ''Ya, aku menamparmu, lalu kenapa? Stella,jangan kira aku tidak tahu bagaimana Caleb meninggal'' Ujar cici menatap tajam stella sambil mencibir: ''Lima tahun yang lalu saya tidak dapat menemukan bukti dan hanya bisa membiarkan kamu menjebak saya, tetapi sekarang saya telah menemukan buktinya. Video ini hanyalah permulaan,xaverios bisa saja membiarkan aku menghancurkan pernikahanmu jika dia tahu kamu adalah pembunuh paman nya, dia juga bisa menghancurkanmu dengan tangannya sendiri setelah melihat lebih banyak bukti! Stella, kamu tahu betapa kejamnya xaverios. Jika dia tahu kamu benar-benar membunuh Caleb, kamu harus menanggung semua penderitaan yang aku derita selama lima tahun terakhir!'' Stelah berkata panjang lebar Saat ini cici ingin tertawa terbahak-bahak melihat wajah pucat stella ''jangan bermimpi kamu bisa menghancurkan hubungan kami'' Stella menjambak rambut cici dan meghantuk kan kepala nya dengan keras ke meja. Stella mengertakkan gigi dan berkata: ''cici, kamu membunuh Caleb. Aku tidak akan pernah membiarkanmu menjebakku! Xaverios mencintaiku,xaverios juga akan mengada kan acara pernikahan kami, dan kamu hanyalah perempuan jalang yang jelek dan menjijikkan!'' Ujar stella yang tak Mau Kalah "yang bener?" Cici mengangkat kepalanya tinggi-tinggi dan menatap stella dengan bekas luka yang parah. Cici lalu berkata: "ya saya memang jelek dan menjijikkan, tetapi tahukah Anda apa yang dilakukan xaverios akhir-akhir ini? Dia mengurungku di vila pinggiran kota,setiap malam kami selalu bertukar keringat. Stella,gelar bangsawan mu sangat lah tak ada artinya,. Lagipula xaverios tergila-gila dengan tubuhku...'' ''Diam!" Stella memotong ucapan cici dengan nada marah dan berteriak keras, "dasar jalang tak tahu malu! Saya seharusnya membawa lebih banyak pria untuk memperkosa kamu malam itu untuk melihat apakah Anda masih berani merayu kekasih ku" Tamparan Stella mendarat ke wajah cici dengan cepat,hingga meninggalkan bekas jari.. Alih alih membalas malah cici menatap stella dengan tidak percaya dan penuh dengan keterkejutan. Jadi stella lah yang mengurung nya di gudang anggur hari itu? Stella juga lah yang mengirim seseorang untuk memperkosanya? Namun sebelum cici sempat bertanya kepada stella, dari gerbang pintu dua pengawal berpakaian hitam bergegas mendekat, menuangkan segelas wine dengan warna aneh lalu menyuruh cici meminum paksa.. Stella tertawa terbahak bahak,lalu stella memerintah kan dua pengawal tadi membawa cici ke kamar pribadi.. (setibanya disana) Ada Beberapa pria telanjang di kamar pribadi mendatangi cici dengan senyum nafsu birahi dan mulai menanggalkan pakaian nya.. Cici sangat ketakutan, tetapi seluruh tubuhnya tidak dapat mengerahkan kekuatan apa pun. Dia hanya bisa menyaksikan tanpa daya saat para pria itu membuka pakaiannya,.. Salah satu pria mengangkang kakinya, dan ingin ikut serta dalam gangbang dengan penuh semangat. ingin rasanya dia berteriak minta tolong, tapi itu hanya sia-sia. Cici hanya bisa memejamkan mata karena putus asa dan membiarkan air mata mengalir. ''Hentikan!'' Pada saat mencengkam ini, pintu kamar tempat cici di asingkn terbuka dengan kuat, dan terdengar suara laki laki berteriak hingga membuat orang yang berada di kamar pribadi itu diam.. Cici membuka matanya yang sedikit kabur dan melihat xaverios dengan setelan jas yang kece.. Xaverios berjalan ke arah cici selangkah demi selangkah dengan langkah cepat dan wajah penuh emosi.. Kini ingatan nya kembali ketika malam sepuluh tahun yang lalu. Xaverios memiliki perawakan tinggi dan tegak, dengan wajah bersudut dan mata cerah, jatuh dari langit seperti dewa. Dia adalah kebahagiaan dan bencana. Tapi malam ini, apakah dia datang untuk menyelamatkan cici atau malah membawa nya ke neraka yang lebih dalam?
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD