20. Nyala dan Membara

1923 Words

"Lari! Ayo lari!" Suara itu membuatku serta merta menjadi panik. Aku berusaha keras bangun dari tempat tidurku, namun aku lumpuh. Tak satu inci pun aku bergerak meski aku yakin sudah mengusahakannya sekuat tenaga. Aku mendongak, tiba-tiba saja sinar matahari menerobos jendela yang tertutup gorden tipis berwarna biru laut. Entah mengapa tempat ini terasa seperti kamarku. Dan kemudian aku menyadari, bahwa ini memang kamarku. "Lari! Menacer 18! Bangunlah! Kita harus melarikan diri!" Suara itu lagi, terdengar begitu dekat di depan dinding yang seharusnya ada pintu. Ini di kamarku, kenapa seseorang memanggilku Menacer 18 dari luar sana? Ayah ibuku bahkan tak tahu sama sekali. Tapi itu memang bukan seperti suara Ayah atau Ibu. "Lari!" Aku merasakan gedoran kasar dari balik dinding itu, yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD