Tampuk kekuasaan

1132 Words

Setelah Khairan berpamitan, Zahra dan Zulhan tetap mengantar menantu mereka ke pintu. Sementara itu, Ayunda buru-buru membereskan sisa makanannya. Para pelayan sudah sibuk mengangkut piring kotor. Ayunda tidak mau ibunya kembali datang, ia terlalu takut untuk menjelaskan. Ayunda hanya ingin segera lenyap dari aura dingin Zahra. "Ayunda harus kembali ke asrama, Umma," ucapnya, menghindari tatapan Zahra di pintu. Zahra memberi isyarat dengan matanya kepada Zulhan. Pria itu menghela napas pasrah dengan tatapan iba kepada Ayunda, lalu beranjak meninggalkan tempat. Jelas, Zahra tidak akan memberi Ayunda kesempatan untuk melarikan diri. "Tunggu sebentar." Ayunda mulai meremang. Ia yakin sikap berani Khairan tadi akan jadi inti pembicaraan ini. Zahra langsung menyambar, suaranya datar ole

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD