47

2042 Words

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * Benar saja dugaan Andi Pramana. Tentang Corona yang semakin menjadi, tentang libur sekolah yang tidak terprediksi kapan karena pengumuman di i********: SMA Delite yang menulis pengumuman bahwa tanggal masuk diperkirakan terundur hingga keadaan emmbaik, semua orang yang ketakutan, jalanan yang sepi, tidak ada lagi kehidupan di luar rumah, semuanya benar. Butik ibu Dava alais Shinta juga tutup semnetara. Begitu pula dengan pekerjaan-pekerjaan orang lain di luar sana. Dava mendesah kasar. Kini kesehariannya seolah mati direnggut begitu saja. Bahkan kata Agas, apartemennya dijaga ketat oleh security karea kini tak menerima tamu siapapun dari luar penghu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD