* * * * * * * * * * * * * previous chapter * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * “Gas, bikinin—“ Suara Deril yang baru akan menyuruh Agas membuat minuman langsung terpotong. Agas melempar tasnya ke wajah Deril yang sedang tiduran di sofa. “Nyuruh-nyuruh lo kira gue babu lo?” “Ye, terus lo mau nyuruh siapa?” “Ciwi-ciwilah.” Agas menoleh pada Intan yang langsung pura-pura mendengkur. “Heh, kebo. Bikinin minum lu.” Intan mendengkur makin keras membuat Andi tertawa dibuatnya. Cowok itu mengusap kasar wajah Intan membuat gadis itu merengut dan melotot ke Andi. “Cewek, cewek, heh, ke dapur kalian, siapin makanan dan minuman.” perintah Agas dengan gaya sok. Tangannya berkacak pinggangnya. Dasi yang tadinya terikat rapi di leher kini sudah hilang entah kemana. Bahkan kemaja putih ser

