63

2006 Words

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * Usai dua satpam penjaga rumah Andrew pergi dengan membawa paksa Gara menjauh dari wilayah tersebut serta mengancamnya berbagai macam cara, akhirnya kini Dava bisa menghembuskan nafas lega. Dia menoelh kembali kepada sang perempuan yang matanya masih basah karena air mata. “Kamu gak apa-apa? Dia ada nyakitin kamu?” Gadis menggeleng. “Aku gak papa. Harusnya aku yang tanya kamu.” “I am okay.” “You are totally not.” gadis mengamati ujung mata Dava yang berubah warna jadi kebiruan. “Kenapa harus sampai berantem?” “Dia gak bisa dikasih tahu pakai cara halus. Nonton dia adalah satu-satunya cara buat ngusir.” Gadis menatap Dava penuh rasa bersalah. “Maa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD