52

1824 Words

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * Apa yang direcanakan Dava dan teman-temannya saat berada di apartemen, tentu langsung ia sampaikan pada ibunya. Karena seperti rnecana, mereka ingin memakai rooftop rumah laki-laki itu. Dava tahu ibunya tak akan mempersulit rencananya asal memang jelas kegiatan apa dan siapa saja yang akan di undang. “Ya anak-anak biasa, Ma.” jawab Dava saat Shinta menanyakan siapa yang akan datang ke rumah di acara yang kata Dava “peraayaan kecil-keciln “ itu. “Anak-anak tuh siapa, Dav? Anak satu kelas? Anak futsal? Anak siapa?” tanya mamanya menuntut jawaban lebih detail. “Ya ilah, ana-anak yang biasanya aku bawa ke rumah. Deril, Agas, Andi, Gi—“ “Oh, bertujuh i

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD