60

1891 Words

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * Suara ketukan pelan membuat Dava yang sedang duduk santai di kursi dengan mata memandang jauh ke arah jendela luar, membuat laki-laki itu jadi menoleh ke arah pintunya yang memang tak tertutup sejak awal. Dava berdiri, ia mendapati mamanya disana, di ambang pintu dnegan senyum tipis. Pandangan Dava jatuh ke wanita cantik di sampingnya dengan tas yang Dava tebak berisi peralatan untuk reparasi AC di kamarnya. Iya, wanita dengan topi hitam di atas kepala tersebut adalah Gadis yang dimaksud oleh ibunya tadi sore. Dava tersenyum ramah seiring langkah kakinya mendekat pada Shinta. “Mau dibenerin sekarang, Ma?” “Iya. Kamu barusan bangun tidur?” Dava men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD