61

2017 Words

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * “Eh, udah selesai? Udah beres benerinnya?” tanya Shinta ketika mendapati Gadis sudah melangkah mendekat ke arahnya yang sedang duduk manis di ruang makan seorang diri. Gadis mengangguk. “Udah, tante. AC-nya udah bisa dingin lagi. Kayaknya permasalahan AC itu tetep kayak yang kemarin-kemarin.” “Freonnya yang rusak?” Gadis mengangguk. “Kalau menurut aku langsung ganti aja. Beli yang baru, misal rusak lagi.” Shinta mengiyakan tanpa banyak tanya. “  Dava masih—Ah, ini dia.” ujar Shinta ekmudian saat mendapati putraya yang baru ingin ia tanyakan keberadaanya kini mendekat juga, ikut bergabung di meja makan bersua ibunya dan Gadis. Dava mengambil dudu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD