32

2245 Words

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * Setelah satu minggu menunggu, Dava yang padahal punya niat sesuai obrolannya dengan sang kekasih waktu itu, yang mana dia ingin ke Ancol di hari Sabtu pagi, nyatanya gagal begitu saja. Bukan salah Gisel, bukan. Ini murni keinginannya sendiri. Di hari Jumat sore, karena Dava mengajak Gisel ke rumah untuk mencicipi cookies buatan sang mama, Gisel sudah sempat bertanya pada cowok itu. “Besok jadi jalan gak?” Dava yang sedang asik dengan mobile legend-nya tak menoleh sama sekali. Hanya mengernyit bingung, agaknya cowok itu lupa dengan kalimatnya sendiri minggu lalu. “Jalan kemana? Jogging?” “Lah kok jogging? Kamu kapan hari bilangnya mau ke Ancol, kan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD